Jalan yang merupakan penghubung antara Nanga Bulik, Desa Bunut, Sungai Mentawa, Desa Beruta, dan Tamiang itu memang menjadi perhatian serius pemerintah, karena sempat tidak bisa dilalui oleh warga karena rusak tergenang banjir.
Agar bisa dilalui, penanganan sementara dilakukan dengan menggandeng dunia usaha melalui program CSR bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.
”Kami meninjau langsung kondisi jalan ini yang beberapa waktu lalu sempat tidak bisa dilalui. Saat ini kami bersama pemerintah kecamatan, desa, dan bantuan CSR telah memperbaiki jalan tersebut dengan cara bergotong- royong,” kata Pj Bupati Lamandau Lilis Suriani.
Lilis menjelaskan, perbaikan jalan sudah lebih dari 50 persen, sehingga kendaraan warga sudah bisa melalui jalan tersebut, baik roda dua dan empat. ”Untuk sementara, jalan ini sudah bisa diakses oleh kendaraan, namun sifatnya hanya sementara. Perlu penanganan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Lamandau telah menyiapkan anggaran untuk peningkatan jalan tersebut. ”Perbaikan jalan ini memang sudah ada anggarannya untuk sepanjang 1.700 meter. Mudah-mudahan di waktu dekat dapat segera dikerjakan, sehingga jalan dapat dilalui dengan lancar,” harapnya.
Lebih lanjut dikatakan, dari hasil pemantauan dan adanya informasi warga terkait seringnya ada genangan air di jalan penghubung itu, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi kepada dinas terkait.
”Kami nanti akan koordinasi dengan dinas terkait supaya segera mengeruk parit di pinggir jalan, sehingga air tidak tergenang dan cepat mengalir,” katanya. (mex/ign)
Editor : Slamet Harmoko