PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat telah menangani 310 kejadian kedaruratan sepanjang tahun 2025.
Data tersebut menunjukkan peran pemadam kebakaran yang kini tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga berkembang sebagai unit pelayanan kedaruratan serbaguna.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan, dari total kejadian yang telah diverifikasi, sebagian besar merupakan operasi penyelamatan nonkebakaran.
“Dari 310 kejadian sepanjang 2025, sekitar 89 persen merupakan operasi penyelamatan, sedangkan 11 persen lainnya adalah kejadian kebakaran,” ujarnya, Selasa (23/12).
Menurutnya, tingginya jumlah operasi penyelamatan mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Damkar dalam menangani berbagai kondisi darurat yang membahayakan keselamatan.
“Saat ini Damkar tidak hanya dihubungi saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam berbagai situasi kedaruratan lainnya,” katanya.
Suhartono menjelaskan, sepanjang 2025 laporan evakuasi satwa liar menjadi kejadian paling dominan. Tercatat sebanyak 113 kasus evakuasi ular atau sekitar 36,5 persen dari total kejadian.
“Rata-rata petugas kami menangani evakuasi ular setiap tiga hari sekali, baik di rumah warga maupun di lingkungan permukiman,” ujarnya.
Selain itu, penanganan sarang tawon juga tergolong tinggi dengan 102 kasus. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak menangani sendiri sarang tawon yang berpotensi membahayakan.
“Masyarakat kini lebih memahami risiko dan memilih melapor kepada petugas yang memiliki peralatan serta keahlian,” jelasnya.
Damkar Kobar juga mencatat 18 kasus penyelamatan hewan lainnya, seperti kucing terjebak hingga evakuasi biawak yang masuk ke rumah warga.
Sementara itu, sepanjang 2025 Damkar Kobar menangani 32 kejadian kebakaran, terdiri atas 27 kebakaran permukiman dan gedung, serta 5 kebakaran hutan dan lahan.
“Alhamdulillah, kejadian kebakaran hutan dan lahan relatif rendah tahun ini, yang menunjukkan upaya pencegahan berjalan cukup baik,” katanya.
Selain kebakaran dan penyelamatan hewan, Damkar Kobar juga memberikan berbagai layanan kemanusiaan, di antaranya 16 kasus pelepasan cincin, 7 kejadian pohon tumbang, 2 kasus korban tenggelam, 1 kejadian banjir, serta 19 bantuan kedaruratan lainnya.
Ia menambahkan, dominasi kasus evakuasi ular dan tawon menjadi perhatian serius pihaknya ke depan.
“Data ini menjadi bahan evaluasi. Kami akan memperkuat peralatan penanganan satwa serta meningkatkan pelatihan personel agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno