radarsampit.jawapos.com- Mauro Zijlstra. Baru-baru ini, pemain keturunan Indonesia itu dipastikan masuk dalam daftar skuad utama FC Volendam yang akan berlaga di Eredivisie 2025/2026.
Zijlstra mengawali kariernya sebagai pesepakbola di akademi AZ Alkmaar di Belanda. Setelah itu ia beberapa kali berpindah akademi.
Penyerang berusia 20 tahun itu sempat gabung AFC dan NEC sebelum akhirnya merapat ke Volendam pada Juni 2024 lalu. Di klub inilah sang pemain tahun ini memulai debut profesionalnya sebagai pesepakbola.
Sejauh ini, Zijlstra telah mencatatkan tujuh penampilan bersama tim utama Volendam. Ia dua kali dipercaya turun sebagai starter, walau belum menyumbang gol maupun assist.
Musim 2024/2025 lalu, Volendam tampil gemilang di Eerste Divisie. Mereka sukses jadi pemuncak klasemen kompetisi divisi kasta kedua sepak bola Belanda tersebut.
Tim berjuluk Het Andere Oranje mencatatkan 82 poin dari 28 laga. Rinciannya, 26 kali menang, empat kali seri, dan delapan kali kalah. Tak pelak, mereka begitu dominan di Eerste Divisie.
Volendam pun berhak mendapat tiket promosi ke Eredivisie alias kompetisi kasta tertinggi sepak bola Belanda untuk musim 2025/2026 mendatang. Ini artinya mereka balik ke kompetisi tersebut setelah musim 2023/2024 lalu terdegradasi.
Pada musim itu, Volendam tidak bisa berbuat banyak dan harus puas finis di peringkat 17. Mereka hanya mengemas 19 angka dari 34 laga.
Dilansir dari laman resmi klub, tim besutan Rick Kruys telah merilis daftar nama pemain untuk tim utama mereka musim ini. Total ada 21 pemain, termasuk tiga penjaga gawang.
Skuad tersebut juga terdiri dari sembilan bek dan lima gelandang. Sementara itu, lini depan dihuni tujuh pemain, salah satunya Mauro Zijlstra.
Zijlstra dipercaya mengenakan nomor punggung 19 di tim utama Volendam. Meski demikian, ia belum bisa bersantai karena harus bersaing dengan dua striker senior, Robert Muhren dan Henk Veerman.
Jika ingin mendapat menit bermain reguler, Zijlstra harus menunjukkan kualitas dan konsistensi di setiap kesempatan yang diberikan.
Di tempat terpisah, PSSI masih melanjutkan program naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia di semua level. Sejumlah pemain keturunan sudah resmi menjadi bagian dari skuad Garuda.
Zijlstra sendiri bisa dinaturalisasi karena lahir dari keluarga campuran. Ayahnya memiliki darah Indonesia. Darah Indonesia ini hadir dari sang ibu alias nenek Zijlstra, yang berasal dari Bandung. Sementara, ibu Zijlstra berasal dari Belanda.(jpc/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama