Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BGN Tegaskan Lima Prinsip Keamanan Pangan sebagai Pilar Pelaksanaan MBG

Gunawan. • Jumat, 31 Oktober 2025 | 18:07 WIB
Badan Gizi Nasional saat mengecek salah satu dapur Makan Bergizi Gratis.
Badan Gizi Nasional saat mengecek salah satu dapur Makan Bergizi Gratis.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak cukup hanya dari cakupan penerima. Mutu dan keamanan makanan yang disajikan juga menjadi fokus utama pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Program ini menempatkan jaminan keamanan pangan sebagai syarat mutlak agar manfaat gizi dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

BGN mencantumkan lima prinsip kunci keamanan pangan yang menjadi pedoman operasional MBG, yakni menjaga kebersihan tempat dan penjamah pangan; memisahkan bahan mentah dan bahan matang; memastikan proses pemasakan tuntas; menyimpan makanan pada suhu yang aman; serta memakai air dan bahan baku yang layak konsumsi.

Prinsip-prinsip itu dipakai sebagai tolok ukur saat melakukan pengawasan mulai dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga mitra pemasok.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, BGN meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggara dapur MBG termasuk menutup sementara unit yang ditemukan melanggar standar.

”Jika persyaratan terpenuhi dapur boleh beroperasi kembali, namun kami memilih menghentikan operasional sementara daripada menempatkan kesehatan anak-anak pada risiko,” kata Nanik.

Tindakan penutupan tersebut tercatat mencapai 112 SPPG yang dihentikan operasinya untuk proses verifikasi dan pembenahan.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas, setiap pengelola dapur dan penjamah makanan diwajibkan mengikuti pelatihan Good Hygiene Practice (GHP) dan Good Handling Practice (GHaP).

Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan diminta melakukan inspeksi berkala serta pengambilan sampel acak.

Di beberapa lokasi, percontohan pengujian laboratorium dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kontaminan seperti residu pestisida dan logam berat.

”Melalui pelatihan teknis kami ingin memastikan setiap penjamah memahami cara mengolah makanan yang aman higienis dan bergizi,” ujar Nurjeani, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.

BGN menegaskan penerapan lima prinsip ini bukan hanya langkah operasional, tetapi juga instrumen pencegahan untuk menghindari kejadian keracunan massal di sekolah.

Sistem pelaporan cepat dan koordinasi lintas sektor diharap mempercepat respons bila ditemukan indikasi gangguan keamanan pangan sehingga ekosistem MBG tetap aman dan berkelanjutan. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#keamanan pangan #BGN #Makan Bergizi Gratis (MBG)