JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Program Sekolah Rakyat yang dilaksanakan pemerintah terus dikembangkan sebagai wujud implementasi cita-cita Sumpah Pemuda untuk mencerdaskan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warga.
Program ini dirancang tidak sekadar mengajar tetapi juga memberi dukungan sosial dan ekonomi bagi keluarga peserta.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menekan angka kemiskinan secara signifikan.
Jumlah titik Sekolah Rakyat ditargetkan meningkat dari rintisan awal menuju rencana ekspansi tahunan.
”Ini bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan angka kemiskinan di bawah lima persen. Sekolah Rakyat adalah bentuk keadilan sosial bagi keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan,” kata Saifullah Yusuf.
Konsep Sekolah Rakyat dibangun sebagai pendekatan terpadu. Selain layanan pendidikan, program ini mengaitkan bantuan sosial, program pemberdayaan ekonomi keluarga, serta akses kesehatan untuk siswa dan keluarganya, sehingga pendidikan menjadi pintu masuk perubahan sosial yang berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico menegaskan, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan bentuk nyata keberpihakan negara kepada warga kurang beruntung.
”Misi utamanya adalah memberi kehormatan dan akses bagi warga yang sebelumnya nyaris tak tersentuh kesempatan belajar sehingga mereka bisa membangun mimpi dan percaya diri,” ujar Robben.
Pendekatan program menekankan inklusivitas dan sukarela tanpa pemaksaan.
Presiden dan Wakil Presiden memberi target capaian program yang ambisius. Selama tahap awal, pemerintah berhasil membuka ratusan titik rintisan Sekolah Rakyat dan menargetkan penambahan secara signifikan tiap tahun agar setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat dalam beberapa tahun mendatang.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan model berasrama sebagai salah satu fitur penting karena mendidik kemandirian anak.
”Untuk program pendidikan Pak Presiden punya program Sekolah Rakyat ada asramanya anak-anaknya makan tiga kali sehari di situ,” kata Wapres.
Hingga fase rintisan terbaru disebutkan ada ratusan titik Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah dengan kapasitas tiap sekolah yang bervariasi sesuai kebutuhan setempat.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas kementerian dan pemda agar mutu layanan terjaga melalui mekanisme pengawasan dan penjaminan mutu. (*/ign)
Editor : Gunawan.