SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) kembali memperluas areal tanam melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2026.
Sebanyak 1.067 hektare lahan baru disiapkan untuk mendongkrak produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan seluruh kegiatan cetak sawah tersebut ditargetkan rampung dalam satu tahun anggaran. Program ini sepenuhnya difasilitasi pemerintah pusat sehingga meringankan beban petani di daerah.
Baca Juga: Sistem Jemput Bola, Perekaman KTP-El di SMAN 2 Sampit
“Totalnya 1.067 hektare dan dilaksanakan tahun ini. Harapannya selesai juga tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan, pihaknya telah mengusulkan data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sebagai dasar penerima manfaat. Tahapan teknis juga diperkuat melalui penyusunan Survei Investigasi Desain (SID) yang melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai penyusun.
Tim SID bahkan telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lahan. Langkah ini dinilai penting agar tingkat keberhasilan program lebih terukur sejak tahap awal.
Baca Juga: Polres Kotim Siagakan Layanan 110, Aduan Warga Dilayani 24 Jam
Adapun lokasi pengembangan sawah baru tersebar di empat desa, yakni Sei Ijum di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Basawang dan Lampuyang di Kecamatan Teluk Sampit, serta Bapinang Hilir Laut di Kecamatan Pulau Hanaut.
Pemkab berharap seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah desa dan kecamatan hingga penyuluh pertanian, dapat berprean aktif dalam mendukung program tersebut. Sinergi inj dinilai krusial agar target peningkatan produksi dan kesejahteraan petani bisa tercapai.
Di sisi lain, upaya percepatan tanam juga telah dilakukan melalui gerakan tanam padi serentak di lahan CSR pada 9 April lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Baca Juga: Bus Pelajar Pedalaman Jadi Perhatian, DPRD Kotim Ingatkan Soal Keselamatan
Untuk wilayah Kotim, penanaman dipusatkan di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, pada lahan yang dikelola Kelompok Tani Mandiri Makmur. Dari total 35 hektare yang tersedia, sebagian telah mulai ditanami sebagai langkah awal optimalisasi lahan.
Pemkab menilai langkah perluasan sawah dan percepatan tanam ini sebagai strategi menghadapi ancaman krisis pangan global. Selain meningkatkan produksi, program tersebut juga di iharapkan mampu mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor