SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mendorong pendekatan berbasis gotong-royong dalam menekan angka stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Program ini diarahkan untuk memperluas pelibatan masyarakat sebegai bagian dari solusi nyata penanganan stunting di daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim Achmad Yusi menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa ditangani secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor karena akar masalahnya kompleks dan saling berkaitan.
“Penanganan stunting menmbutuhkan sinergi berbagai pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat secara luas,” ujarnya didampingi Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Rudi Rahmadi, Kamis (16/4/2026).
Melalui Program Genting, masyarakat didorong berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Bentuk dukungan yang di iberikan tidak hanya sebatas bantuan pangan, tetapi juga mencakup perbaikan rumah layak huni, akses air bersih, penyediaan jamban sehat, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Baca Juga: KETUA DPRD KOTIM: Retret Perdalam Pemahaman Kepemimpinan
Menurut Yusi, pendekatan ini dinilai lebih efektif kraena menyentuh langsung akar persoalan di lapangan. Selain meningkatkan kualitas gizi, intervensi juga diaraghkan pada perbaikan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi keluarga sasaran.
Untuk memastikan program berjalan optimal, peran penyuluh keluarga berencana diperkuat. Mereka diminta aktif mengawal pelaksanaan program di wilayah binaan, mulai dari memastikan ketepatan sasaran, membangun kemitraan, hinga memantau keberlanjutan bantuan.
Baca Juga: Pengelola SPPG Diberi Pengetahuan Tentang Mutu Ikan
Penyuluh juga didorong menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang berpotensi menjadi orang tua asuh, seperti unsur pemerintah, BUMN, BUMD, swasta, komunitas, perguruan tinggi, hingga media. Selain, itu, validasi data keluarga berisiko stunting dilakukan bersama pemerintah desa dan kelurahan agar intervensi tepat sasaran.
“Pendataan yang akurat menjadi kunci. Karena itu, verifikasi dan validasi harus dilakukan secara berkala sesuai kondisi terbaru di lapangan,” tegasnya.
Baca Juga: Empat Budak Sabu di Seruyan Kompak Masuk Bui
Pemkab Kotim juga menekankan pentingnya pelaporan dan pemantauan program secara terukur agar efektivitasnya dapat dievaluasi secara berkelanjutan.
Yusi menambahkan, Program Genting bukan sekadar mengejar target penurunan angka stunting, tetapi bagian dari upaya jangka panjang membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Yang kita bangun adalah masa depan. Karena itu, sinergi semua pihak harus terus diperkuat agar Kotim benar-benar bisa bebas dari stunting,” tandasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor