SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tim Smansa Peduli Sampit melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di depan sekolah itu membagikan 300 paket takjil dengan sasaran masyarakat sekitar dan para pengguna jalan.
Aksi sosial ini melibatkan unsur guru, tenaga kependidikan, serta relawan dari tim Smansa Peduli.
Kepala SMAN 1 Sampit , Bapak M Darma Seiawan dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum pendidikan moral dan spiritual bagi seluruh warga sekolah.
Menurut Darma Setiawan kegiatan sosial seperti pembagian takjil memiliki makna yang sangat penting dalam konteks pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan empati kepada sesama. Ramadan adalah momentum yang sangat tepat untuk memperkuat dimensi spiritual sekaligus sosial dalam kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Darma menjelaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan peserta didik dan warga sekolah, sehingga mereka tidak hanya tumbuh sebagai individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya berbagi, gotong royong, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, berempati, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Smansa Peduli, M. Afif Sazali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang secara konsisten dilaksanakan oleh Tim Smansa Peduli sebagai bentuk kontribusi nyata sekolah kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan berbagi takjil tidak sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan edukatif yang sangat kuat dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya nilai kemanusiaan.
“Dalam perspektif pendidikan dan sosial kemasyarakatan, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu menumbuhkan kesadaran empatik dan solidaritas sosial.
Ketika warga sekolah terlibat secara langsung dalam aktivitas berbagi, maka secara tidak langsung mereka sedang mempraktikkan nilai-nilai moral yang selama ini diajarkan dalam proses pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan momentum yang sangat relevan untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan masyarakat.
Tradisi berbagi takjil, menurutnya, merupakan salah satu bentuk kearifan sosial yang telah lama berkembang dalam masyarakat Indonesia.
“Dari perspektif akademis, kegiatan ini dapat dipahami sebagai praktik pendidikan sosial yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. Ketika sekolah hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial seperti ini, maka sekolah tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan Smansa Peduli dapat terus berkembang dan menjadi gerakan sosial yang lebih luas di masa mendatang, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari keberadaan lembaga pendidikan.
“Ke depan kami berharap Smansa Peduli tidak hanya bergerak dalam kegiatan Ramadhan saja, tetapi juga dapat mengembangkan berbagai program sosial lainnya, seperti kegiatan kemanusiaan, pendidikan masyarakat, dan penguatan solidaritas sosial di lingkungan sekitar sekolah,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Para pengguna jalan, masyarakat sekitar, serta pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani tampak menyambut dengan hangat aksi sosial yang dilakukan oleh Team Smansa Peduli.
Kegiatan pembagian takjil tersebut berlangsung dengan tertib, penuh keakraban, dan sarat dengan nuansa kebersamaan.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan bagaimana lembaga pendidikan dapat berperan aktif dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang bermanfaat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas, sehingga pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen kemanusiaan yang kuat. (soc/ton)
Editor : Slamet Harmoko