Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BPBD Kotim: Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 22 Desember 2025 | 22:14 WIB
CUACA EKSTREM: Kalaksa BPBD Kotim Multazam berada di lokasi pohon tumbang yang diterjang angin kencang akibat cuaca ekstrem, Minggu (21/12/2025). YUNI/RADAR SAMPIT
CUACA EKSTREM: Kalaksa BPBD Kotim Multazam berada di lokasi pohon tumbang yang diterjang angin kencang akibat cuaca ekstrem, Minggu (21/12/2025). YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam menggingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi hingga akhir tahun.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kejadian angin kencang yang melanda wilayah Kotim pada Minggu (21/12). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kecepatan angin saat itu mencapai 60 kilometer per jam, sehingga menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari pohon tumbang hingga atap bangunan sekolah yang terlepas dan terbang.

“Walaupun durasinya relatif singkat, angin dengan kecepatan seperti ini cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan,” ujar Multazam.

Ia menjelaskan, angin kencang tersebut menerjang beberapa titik di Kota Sampit dan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan. Selain itu, bangunan sekolah juga terdampak, di mana atap salah satu gedung terangkat akibat terpaan angin kuat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena berlangsung pada hari libur.

Multazam menuturkan, fenomena angin kencang ini dipengaruhi oleh aktivitas cuaca ekstrem di wilayah selatan Laut Jawa. Di kawasan tersebut terpantau adanya pusaran angin dengan kecepatan mencapai 100 kilometer per jam, yang memberikan dampak tidak langsung ke sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.

“Kondisi serupa sebelumnya juga dirasakan di Kotawaringin Barat dan Palangka Raya, dan kini berdampak di Kotawaringin Timur,” katanya.

BPBD Kotim nmengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutamas aat berada di luar rumah ketika cuaca mulai memburuk. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang kondisinya sudah lapuk atau tidak kokoh.

Selain itu, Multazam juga meminta pemilik bangunan dan fasilitas umum untuk memeriksa kembali kekuatan atap serta struktur bangunan, khususnya sekolah, perkantoran, dan tempat usaha, guna m eminimalkan risiko kerusakan saat terjadi angin kencang.

“Peringatan dini menyebutkan kondisi cuaca ekstrem ini masih berpotensi terjadi hingga akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor ke BPBD apabila terjadi ke jadian darurat di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#bpbd #pohon tumbang #BMKG #cuaca #hujan disertai angin