SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 2026 tidak menyurutkan langkah untuk melanjutkan pengembangan kawasan wisata Pulau Hanibung di Kecamatan Kotabesi.
Program tersebut tetap dipertahankan karena dinilai memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotawaringin Timur (Kotim) Alang Arianto, menegaskan, program tersebut tidak akan dihentikan.
Hanya saja, pola pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah melalui kolaborasi lintas instansi.
“Ini keinginan pimpinan daerah, sehingga tetap kita upayakan, karena bupati ingin ada kawasan baru yang bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Warga Desa Camba juga sangat mendukung, karena mereka berharap pengembangan wisata ini bisa menggairahkan aktivitas ekonomi di sekitar Pulau Hanibung,” kata Alang.
Menurutnya, rencana tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada APBD daerah. Pemerintah daerah sudah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Universitas Palangka Raya, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Kami sudah sampaikan data pendukung ke provinsi dan pihak universitas. Mereka juga meminta dokumen tambahan sebagai bahan kajian. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BRIN untuk mendorong kolaborasi dalam riset dan pembiayaan,” ujarnya.
Konsep pengembangan Pulau Hanibung dirancang tidak hanya sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai proyek inovasi berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya akan dilakukan bertahap dan melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
“Membangun kawasan wisata seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi. Karena itu, kami bagi peran. Dinas Pariwisata menjadi penanggung jawab utama, sedangkan Bapperida mendukung dari sisi perencanaan dan riset. Targetnya, dari tahun 2025 sampai 2029 sudah mulai terlihat hasilnya,” terang Alang.
Alang yakin, dengan pola kolaborasi tersebut, pengembangan Pulau Hanibung tetap bisa berjalan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Selain menjadi destinasi wisata baru, kawasan itu diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah selatan Kotim,” harapnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor