PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Suriansyah alias Kipli, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dievakuasi petugas ke rumah sakit jiwa (RSJ) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kipli diamankan lantaran kerap membuat onar, mulai dari mengamuk, melempari rumah warga, membakar pondok warga dan memukul ibu-ibu secara tiba-tiba di Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya.
Evakuasi dilakukan Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya bersama unsur gabungan dari Babinsa, Lurah Palangka, Ketua RW/RT, Dinas Sosial, serta OPD terkait.
Saat dievakuasi, Kipli terlihat tenang dan tidak melakukan perlawanan atau berontak. Dia bahkan pasrah saat petugas mengiringnya masuk ke ambulan untuk diantarkan ke RSJ. Selain itu, dia diberikan makan sampai akhirnya bisa masuk ambulans.
“Betul, kami tangani ODGJ bernama Suriansyah alias Kipli. Warga mengeluhkan kelakukan ODGJ ini. Keluar dari rumah sakit jiwa membuat onar lagi, bahkan beberapa rumah bagian kacanya dipecahkan olehnya,” ucap Sucipto, Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya, Jumat (3/10/2025).
Sucipto menyampaikan, evakuasi dilakukan juga sebagai tindak lanjut ketakutan warga, lantaran bisa membahayakan nyawa warga , sehingga akhirnya melalui musyawarah dilakukan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit jiwa Kalawa Atei.
“Ini ODGJ kambuhan. Evakuasi dilakukan menyusul laporan warga yang resah akibat ulah Kipli yang kembali meresahkan lingkungan. Dia itu kerap membuat onar, bahkan dulu membakar pondok warga. Sudah puluhan kali kami evakuasi yang bersangkutan ke RSJ Kalawa Atei. Tapi setelah beberapa waktu, dia kembali dilepas dan berulah lagi. Ini bukan kali pertama,” katanya.
Menurut Sucipto, Kipli kadang tampak tenang dan masih bisa diajak komunikasi secara normal. Namun dalam kondisi kambuh, perilakunya berubah drastis dan membahayakan.
"Yang kami khawatirkan, ODGJ ini pernah kedapatan membawa senjata tajam sejenis pisau dapur dan juga membawa korek api gas. Ini bukti nyata yang masih kami simpan dari evakuasi sebelumnya," tambahnya.
Salah satu kejadian yang pernah terjadi, Kipli masuk ke tempat usaha rental mobil di Jalan Bukit Keminting dan mengancam karyawan di sana. Tak hanya itu, rumahnya sendiri yang berada di tepi jalan juga pernah ia bakar.
Warga setempat sudah berkali-kali mengeluhkan keberadaan Kipli, yang dinilai membahayakan keselamatan orang lain. Bahkan dalam sebulan terakhir, aksi pelemparan kaca rumah kembali terjadi di Jalan Rungan dan sekitarnya.
Melihat kondisi ini, Sucipto dan warga berharap ada kebaikan yang lebih tegas dari pemerintah kota.
"Kami harap ada rumah sakit jiwa milik kota sendiri. Karena saat ini kasus ODGJ semakin meningkat, baik yang tampak di jalan maupun yang berada dalam lingkungan keluarga. Kalau hanya berharap mereka minum obat secara mandiri, sangat tidak efektif," tegasnya.
Sucipto menambahkan, warga juga berharap ke depan ada tempat penanganan ODGJ yang permanen, dengan prosedur yang lebih sederhana, serta pendekatan medis maupun tradisional untuk penyembuhan.
"Karena ODGJ juga manusia, punya hak hidup. Tapi kalau berpotensi membahayakan, tentu butuh penanganan serius dan permanen. ODGJ ini terkadang kalau saat damai bisa saja diajak ngobrol dan nyambung, namun di kala tidak bersahabat bisa berulah,” pungkasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor