Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lamandau Raih Penghargaan Nasional Berkat Bazar UMKM Non-APBD

Ria Mekar Anggreany • Sabtu, 25 April 2026 | 14:41 WIB

 

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Indonesia Yandri Susanto menyerahkan penghargaan kepada Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, pada Jumat malam (24/4/2026). (foto: istimewa)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Indonesia Yandri Susanto menyerahkan penghargaan kepada Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, pada Jumat malam (24/4/2026). (foto: istimewa)

 

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com — Kabupaten Lamandau meraih penghargaan Top Regency in Local Economy Growth & Creative Financing dalam ajang National Governance Award 2026 yang digelar di Grand Ballroom The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam. Penghargaan ini diberikan setelah keberhasilan daerah tersebut menggelar bazar UMKM tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Dari total 416 kabupaten di Indonesia, hanya 15 daerah yang menerima penghargaan tersebut. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, kepada Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra.

Rizky mengatakan penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya kolektif dalam memperkuat ekonomi daerah mulai menunjukkan hasil. “Ini bukan hanya simbol apresiasi, tetapi bukti kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, sektor swasta, dan masyarakat. Inovasi seperti Lamandau Festival dan Bazar Lamandau dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menurut Rizky, model kegiatan non-APBD menjadi kunci keberhasilan. Bazar UMKM Lamandau 2026 dan Bazar Lamandau Vol. 2 yang digelar di Alun-Alun Nanga Bulik pada April 2026 sepenuhnya dibiayai pelaku usaha dan sponsor. Skema ini memungkinkan keuntungan UMKM langsung diputar kembali sebagai modal usaha, sehingga memperkuat ekonomi lokal secara mandiri.

Dewan juri yang terdiri atas unsur pers, Ombudsman RI, dan Kementerian Dalam Negeri menilai Lamandau berhasil menjaga stabilitas tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong akselerasi ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamandau mengembangkan program Lamandau Festival sebagai agenda tahunan untuk mendorong kreativitas seniman lokal, serta Lamandau Exotic yang mengintegrasikan sektor kreatif dengan pariwisata alam dan budaya.

Di bidang digital, pemerintah daerah juga memperkuat promosi potensi daerah melalui digital branding serta peningkatan keterampilan generasi muda agar mampu bersaing di era industri kreatif.

Di tengah efisiensi anggaran, APBD Lamandau hingga awal 2026 mengalami koreksi lebih dari Rp100 miliar. Model kegiatan non-APBD dinilai menjadi solusi karena memungkinkan pengalihan anggaran ke sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, Rizky menyebut penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperluas peluang ekonomi dan memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan hingga lapisan masyarakat terbawah. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#National Governance Award 2026 #lamandau #penghargaan