Karhutla di Sungai Baru, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu 18 Juli 2026.
PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Meskipun kualitas udara yang terpantau dari Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Kotawaringin Barat menunjukan dalam kondisi baik dengan nilai ISPU 18 dari parameter kritis nitrogen dioksida (NO2), namun Karhutla yang masif mengancam warga terpapar asap (Ispa)
Hal itu disampaikan, oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kobar Syahyani melalui Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda, Novia Astriana, Sabtu 18 Juli 2028.
"Dengan semakin masifnya Karhutla yang terjadi berpotensi penurunan kualitas udara, untuk itu itu kita berharap bisa turun hujan lebih cepat, dan upaya-upaya segala pihak dalam hal pengendalian karhutla bisa optimal," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data stasiun Pemantau Kualitas Udara, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih pada kategori Baik di angka 18. Untuk kategori Baik berada di rentang nilai ISPU 0-50.
Lebih lanjut dikatakan, kualitas udara dikatakan baik jika rentang nilai 0-50 dan tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan dan tumbuhan.
Untuk kategori sedang jika rentang nilai 51-100 dan tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan.
Sementara tidak sehat jika rentang nilai 101-200 dan tingkat kualitas udara bersifat merugikan bagi manusia. Serta sangat tidak sehat jika rentang nilai 201-300 kualitas udara dapat meningkatkan resiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
"Untuk rentang nilai berbahaya adalah 300 ke atas, dengan tingkat kualitas udara dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat," terangnya.
Menurutnya, untuk di Kabupaten Kotawaringin Barat paparan asap akibat Karhutla menjadi faktor yang turut mempengaruhi kualitas udara, selain juga disebabkan oleh cuaca dan faktor iklim.
"Untuk tahun ini sesuai prediksi BMKG memang terjadi kemarau ekstrem dampak dari El nino, puncaknya di bulan Juli-Agustus," pungkasnya. (tyo/sla)