Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Tak Lagi di Pedalaman, Api Kini Muncul Dekat Kota Sampit

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Kebakaran lahan di Kotawaringin Timur, dekat perkotaan.  Dalam beberapa hari terakhir kebakaran terus meningkat hingga mulai mengakibatkan kabut asap. (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan di Kotawaringin Timur, dekat perkotaan. Dalam beberapa hari terakhir kebakaran terus meningkat hingga mulai mengakibatkan kabut asap. (BPBD Kotim)

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.

Jika sebelumnya titik kebakaran lebih banyak terjadi di wilayah pedalaman, kini api mulai bermunculan di kawasan penyangga hingga dekat pusat Kota Sampit.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim per 18 Juli 2026 mencatat, Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang menjadi dua wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak sepanjang musim kemarau tahun ini.

Advertisement

Di Kecamatan Baamang tercatat 29 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 43,6963 hektare. Sementara di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang terjadi 32 kejadian, dengan luas lahan terbakar 33,979 hektare.

Baca Juga: Karhutla Lahan Permukiman Wengga Metropolitan, Damkar Susuri 200 Meter untuk Capai Titik Api
Dua kecamatan tersebut merupakan kawasan perkotaan dan menjadi pintu masuk menuju pusat aktivitas masyarakat di Sampit.

Dalam dua hari terakhir, kebakaran juga beberapa kali terjadi di sekitar permukiman. Salah satunya di kawasan Wengga Metropolitan, tepatnya di belakang Perumahan Deni Priyantoro Jalur 13, yang menghanguskan lahan seluas sekitar 20 x 30 meter. Lokasi titik api berada sekitar 200 meter dari kawasan perumahan sehingga memerlukan penanganan cepat agar tidak merembet ke permukiman warga.

Advertisement

Berdasarkan rekap BPBD Kotim, hingga 18 Juli 2026 terdapat 415 hotspot yang terdeteksi di seluruh wilayah Kotim. Jumlah kejadian karhutla mencapai 84 kasus, dengan 76 kejadian berhasil ditangani petugas. Total luas lahan yang terbakar mencapai 171,3933 hektare.

Meski jumlah hotspot terbanyak masih berada di Kecamatan Kota Besi sebanyak 92 titik dan Antang Kalang 76 titik, tingginya frekuensi kejadian di Baamang dan Mentawa Baru Ketapang menjadi perhatian tersendiri karena lokasinya berdekatan dengan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit sebelumnya mengingatkan bahwa potensi kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih berada pada kategori sangat mudah terbakar hingga 20 Juli 2026.

BMKG juga memprakirakan potensi pertumbuhan awan hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak berpotensi dalam periode 19 hingga 20 Juli 2026. Kondisi tersebut membuat peluang turunnya hujan yang dapat membantu proses pembasahan lahan masih sangat kecil.

Situasi itu diperparah dengan mulai munculnya kabut asap di Kota Sampit. Pada Minggu (19/7) pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat jarak pandang hanya 800 meter dengan kondisi cuaca berupa kabut asap, suhu udara 21,9 derajat Celsius, kelembapan 98 persen, serta angin dalam kondisi tenang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Lahan Permukiman Wengga Metropolitan, Damkar Susuri 200 Meter untuk Capai Titik Api

Karhutla Lahan Permukiman Wengga Metropolitan, Damkar Susuri 200 Meter untuk Capai Titik Api

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim menerima laporan dari warga yang datang langsung ke Markas Komando Damkar

Dalam Sehari, Kobar Digempur 3 Karhutla, BPBD Kewalahan Bagi Personel

Dalam Sehari, Kobar Digempur 3 Karhutla, BPBD Kewalahan Bagi Personel

Tiga lokasi kebakaran tersebut berada di kawasan Sungai Baru, Desa Natai Baru, Kelurahan Baru Kilometer 2 Jalan Ahmad Yani, serta Desa Kubu,

Karhutla Meluas, DLH Kobar Wanti-wanti Ancaman ISPA Meski Kualitas Udara Masih Baik

Karhutla Meluas, DLH Kobar Wanti-wanti Ancaman ISPA Meski Kualitas Udara Masih Baik

Berdasarkan data stasiun Pemantau Kualitas Udara, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih pada kategori Baik di angka 18.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer