Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

King Kobra Masuk Dapur Rumah Warga di Sidorejo, Damkar Lakukan Evakuasi

Koko Sulistyo • Rabu, 3 Juni 2026 | 18:40 WIB
Animal Rescue Damkar Kobar saat rescue ular King Kobra dari rumah warga di Jalan Akhmad Wongso, Gang Itik, RT 19, Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 2 Juni 2026. (sit) 
Animal Rescue Damkar Kobar saat rescue ular King Kobra dari rumah warga di Jalan Akhmad Wongso, Gang Itik, RT 19, Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 2 Juni 2026. (sit) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Seekor ular king kobra masuk ke dapur rumah warga di Jalan Akhmad Wongso, Gang Itik, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (2/6/2026). Ular tersebut berhasil dievakuasi oleh personel Animal Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) setempat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat Dwi Agus Suhartono mengatakan, ular yang ditemukan merupakan king kobra anakan dengan panjang lebih dari satu meter.

“Meski masih anakan, ukurannya cukup besar dengan panjang lebih dari satu meter. Beruntung ular tersebut sempat terlihat oleh pemilik rumah,” ujarnya.

Ular pertama kali diketahui oleh istri pemilik rumah saat sedang mencuci piring di dapur. Saat itu, ia melihat ular melintas menuju tumpukan barang di area dapur. Menyadari keberadaan ular berbahaya tersebut, ia segera berlari ke ruang tengah, memanggil suaminya, dan melaporkan kejadian itu ke Mako Damkar untuk meminta bantuan.

Menurut keterangan pemilik rumah, kejadian ular masuk ke rumahnya sudah beberapa kali terjadi. Namun, kali ini ular berhasil ditangkap karena tidak dapat keluar akibat pintu rumah tertutup dan bangunan rumah yang seluruhnya terbuat dari beton.

Setelah menerima laporan, personel Animal Rescue melakukan penelusuran dan menemukan ular bersembunyi di sela-sela kardus berisi barang bekas. Petugas kemudian menangkap ular menggunakan stik grab dengan menjepit bagian kepala sebelum memasukkannya ke dalam karung untuk diamankan.

Dwi Agus mengapresiasi langkah warga yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar. Menurutnya, penanganan ular berbisa memerlukan keterampilan dan pengalaman khusus.

“Keputusan melaporkan ke Mako Damkar sudah tepat. Jika tidak memiliki pengalaman, jangan melakukan penanganan secara mandiri, terlebih terhadap ular kobra yang memiliki racun sangat berbahaya dan dapat mematikan,” tegasnya. (tyo/yit)

 

 

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
#Kotawaringin Barat (Kobar) #ular