Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cetak Sawah Baru di Kotim Ditarget 4.261 Hektare. Mendukung Swasembada Pangan Nasional

Heny Pusnita • Selasa, 27 Januari 2026 | 08:00 WIB

 

Ilustrasi-petani saat menggarap lahan persawahan
Ilustrasi-petani saat menggarap lahan persawahan

 SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim menegaskan mendukung program Swasembada Pangan Nasional 2026.

“Program yang akan kami jalankan pada tahun 2026 pada prinsipnya untuk mendukung penuh program swasembada pangan Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Permata Fitri, selaku Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Sabtu (24/1).

Dijelaskannya, Kabupaten Kotim salah satu daerah yang ditetapkan sebagai lokus penyangga pangan di Kalteng. “Untuk Kalimantan Tengah, penyangga pangan itu ada tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kapuas,Pulang Pisau, dan Kabupaten Kotawaringin Timur,” ungkapnya.

Fitri menjelaskan,  terdapat tiga program utama swasembada pangan yang seluruhnya berasal dari pemerintah pusat. Program pertama adalah perluasan luas baku sawah melalui kegiatan pencetakan sawah baru.

Pada September 2025, Kotim ditargetkan melaksanakan program cetak sawah 4.261 Ha. Namun, hingga 31 Desember 2025 realisasi yang tercapai baru 1.401. Kegiatan cetak sawah ini dikerjakan oleh pihak ketiga melalui Satker Distan Kalteng.

Terhitung 1 Januari-31 Maret 2026, program cetak sawah dilanjutkan oleh Kodim 1015. Namun, setelah dilakukan pengecekkan beberapa waktu lalu, Kodim 1015 menyatakan siap menggarap cetak sawah seluas 733 Ha di lokasi yang belum dikerjakan sama sekali dengan sebaran 8 titik di Desa Hanaut, Bapinang Hilir Laut, Rawa Sari,Babirah, Hantipan, Satiruk, Batu Agung dan Kelurahan Mentaya Seberang yang ditargetkan selesai digarap dalam waktu tiga bulan hingga Maret 2026.

"Dari target 4.261 itu sudah terealisasi 1.401 dan 871 Ha konstruksi batal dikontrakan. Setelah itu sisanya dikerjakan dengan skema efrata, sedangkan 1.256 Ha akan dikerjakan dengan mekanisme lain," terangnya.

Lebih lanjut, program nasional yang dikerjakan oleh Pemkab Kotim yaitu peningkatan indeks pertanaman melalui optimalisasi lahan pertanian yang sudah ada.

Pada tahun 2024, Pemkab Kotim telah melaksanakan program optimalisasi lahan yang ditargetkan seluas 3.524 Ha dan di tahun 2025 seluas 1.676 Ha.

"Optimalisasi lahan ini sudah terealisasi termasuk perbaikan infrastruktur pertanian yang semula sudah eksisting. Optimalisasi lahan itu tersebar di Kecamatan Teluk Sanpit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan dan Kotabesi," papar Fitri.

Ia menambahkan, Kementan RI juga meminta pemerintah daerah meningkatkan hasil produksi pertanian melalui program Brigade Pangan.

Program Brigade Pabgan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan generasi muda (petani milenial) untuk mengelola lahan pertanian secara modern dan profesional menggunakan teknologi canggih, bertujuan meningkatkan produksi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjadikan pertanian sebagai agribisnis yang menguntungkan.

Program ini mengintegrasikan produksi hingga hilirisasi dengan pengelolaan lahan terstruktur sekitar 200 ha per kelompok dan melibatkan pendampingan intensif dari pemerintah dan lembaga terkait.

"Satu kelompok brigade maksimal terdiri dari 15 orang dengan usia maksimal 45 tahun. Kementan yang memfasilitasi peralatannya. Pada tahun 2024, Kementan sudah mengalokasi bantuan peralatan panen padi, alat olah lahan, 6 handtraktor, 18 alat tanam. Di tahun 2025 sudah ada 6 kelompok brigade yang terbentuk," pungkas Fitri.(hgn/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Swasembada Pangan Nasional #Kotawaringin Timur (Kotim) #cetak sawah