SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Sebanyak 63 mahasiswi semester lima Diploma-3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) menjalani praktek kerja lapangan (PKL) selama sebulan.
UMSA juga memberikan pengobatan massal pelayanan kesehatan ibu dan anak di Balai Desa Pelangsian pada Kamis (4/12).
Ada 258 orang pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis mulai dari usia bayi hingga lansia. Layanan kesehatan yang diberikan seperti pelayanan suntik KB, layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pemantauan tumbuh kembang balita dan pemeriksaan laboratorium mulai dari tes tekanan darah, asam urat, kolestrol dan kadar gula dalam darah.
"Pengobatan massal ini sebagai salah satu satu tugas mahasiswi kebidanan yang mengikuti PKL, sebagai bentuk tridarma perguruan tinggi dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat," kata Ramadansyah selaku Rektor UMSA.
Dalam kegiatan pengobatan massal, UMSA bekerjasama dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Ketapang II dan pemerintah Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Kegiatan pengobatan massal ini kami harapkan dapat membantu masyarakat di Desa Pelangsian terutama mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak," katanya.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMSA Norwidya Priansiska menambahkan selama satu bulan 63 mahasiswi semester lima ini akan melakukan identifikasi masalah kesehatan yang hasilnya akan dimusyawarahkan bersama perangkat desa dan stakeholder terkait untuk mencari solusi bersama terhadap masalah kesehatan yang dialami masyarakat Desa Pelangsian.
"Mahasiswi yang menjalani PKL Kebidanan juga akan memberikan penyuluhan kesehatan dan pembinaan kepada beberapa kepala keluarga terkait tips dalam menjaga kesehatan terutama yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak," ujarnya.
Dalam kegiatan pengobatan massal, juga diselingi dengan penyuluhan-penyuluhan kesehatan dari mahasiswi kebidanan dan gizo tentang perilaku hidup bersih dan sehat, bahaya merokok dan penyuluhan tentang pemanfaatan pangan lokal untuk meningkatkan gizi pada masyarakat.
"Tidak hanya mahasiswi, dosen juga memberikan penyuluhan tentang penerapan konsep isi piringku melalui pemanfaatan pangan lokal untuk gizi seimbang di Desa Pelangsian," pungkasnya. (hgn)
Editor : Agus Jaka Purnama