Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Miring di Facebook Marketplace, Modus Manis Penipu Jerat Korban

Nurdin Hidayat • Jumat, 26 September 2025 | 11:29 WIB
BARANG BAGUS, HARGA MIRING – Motor Scoopy Prestige ditawarkan Rp9 juta lengkap surat-surat. Harga tak masuk akal ini diduga trik penipu menjebak calon korban.
BARANG BAGUS, HARGA MIRING – Motor Scoopy Prestige ditawarkan Rp9 juta lengkap surat-surat. Harga tak masuk akal ini diduga trik penipu menjebak calon korban.

 

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Maraknya jual beli kendaraan maupun barang bekas melalui marketplace Facebook kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.

Iming-iming harga murah dan kondisi barang yang tampak bagus sering kali membuat calon pembeli terlena hingga hampir tertipu.

Salah satu contoh dialami seorang bapak-bapak di Palangka Raya yang hampir terjebak saat ingin membeli sepeda motor untuk anaknya.

Ia mengisahkan awal mula melihat iklan motor dengan harga sangat miring dan nomor polisi berawalan KH yang dikenal sebagai kode kendaraan Kalimantan Tengah.

“Kemarin saya niatnya mau beli kendaraan di marketplace buat anak saya. Pas saya lihat ada motor dengan plat KH…Y, saya tahu itu Palangka. Saya coba tanya lewat Messenger, lalu dia minta lanjut ke WhatsApp. Dari situ dia kirim video motor dan bilang unitnya masih dibawa ke kampung karena dulu pernah dinas di Palangka. Saya hampir percaya itu,” ujarnya, Jumat (26/9/2025)

Beruntung, setelah berdiskusi dengan keluarga, ia mulai curiga karena harga kendaraan yang ditawarkan tidak masuk akal.

Seorang kerabat yang berpengalaman dalam jual beli kendaraan mengingatkan bahwa tawaran tersebut patut dicurigai.

“Kalau barang bagus dengan harga murah benar ada, pasti sudah saya beli duluan,” ungkap kerabatnya. Nasehat itu menyadarkannya sehingga ia terhindar dari jebakan penipuan.

Tidak hanya calon pembeli, modus penipuan juga menyasar pihak penjual. Seorang warga berinisial W mengaku pernah mengalami kerugian sekitar Rp200 ribu ketika mencoba menjual velg motor melalui marketplace.

Ia menceritakan bahwa penipu mengaku berminat dan bahkan mengirim bukti transfer palsu dengan nominal lebih besar dari harga yang disepakati.

“Dia minta rekening saya, lalu kirim struk transfer yang mirip asli. Karena jumlahnya lebih besar, dia bilang kelebihan dan minta tolong dibelikan pulsa. Saya percaya karena struknya terlihat nyata. Akhirnya saya kirim pulsa.

Bahkan dia sempat minta tambahan lagi. Untung teman saya sadar itu penipuan dan menyuruh saya cek rekening. Ternyata memang tidak ada uang masuk,” ujar W.

W kemudian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi online, terutama melalui media sosial yang rawan dimanfaatkan penipu.

“Sebaiknya kalau mau transaksi tanyakan dulu pada orang yang lebih paham. Jangan langsung percaya dengan iming-iming harga murah atau bukti transfer yang dikirim penjual maupun pembeli.”

Selain itu, praktik penipuan kini semakin canggih. Beberapa pelaku memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengedit nomor polisi kendaraan atau mengatur latar belakang lokasi agar terlihat meyakinkan. Hal ini membuat masyarakat harus semakin waspada.

Pihak kepolisian mengingatkan agar setiap transaksi online menggunakan prinsip kehati-hatian. Jika penawaran terasa terlalu bagus untuk jadi kenyataan, besar kemungkinan itu adalah modus penipuan.

Masyarakat juga diimbau melakukan transaksi secara tatap muka dan memeriksa langsung kondisi barang serta dokumen yang menyertainya.

Dengan maraknya kasus seperti ini, bijak dan cermat dalam bermedia sosial menjadi kunci utama agar terhindar dari jeratan penipuan online.(ktr-1)

Editor : Slamet Harmoko
#facebook #penipuan #marketplace