KUALA KURUN,radarsampit.jawapos.com-Dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak (pilkades) serentak tahun 2027 Kabupaten Gunung Mas (Gumas), diminta kepada panitia pilkades pada tingkat kabupaten, kecamatan dan desa, agar jangan sampai ada penerimaan rekomendasi dari pihak manapun.
"Panitia pilkades tidak boleh menuruti permintaan maupun dukungan dari kelompok atau perorangan tertentu," tegas Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Rusmila, Senin (21/9).
Dia menegaskan, jika ingin mendapatkan pemimpin desa yang baik dan bersih, maka proses pemilihan harus benar-benar bebas dari intervensi pihak luar. Prinsip kemandirian dan kedaulatan warga di desa menjadi kunci utama, demi mewujudkan pilkades yang jujur, adil dan demokratis.
Baca Juga: Panitia Pilkades di Gunung Mas Diminta Buat Baliho Edukasi
"Intervensi atau campur tangan dari pihak luar, baik berupa tekanan politik, politik uang dan intimidasi, dapat merusak tatanan demokrasi di tingkat desa," tegasnya.
Demi memastikan pilkades berjalan tanpa intervensi, lanjut dia, panitia pemilihan harus netral, bekerja profesional dan tidak memihak calon manapun, serta badan permusyawaratan desa (BPD) dan tokoh masyarakat harus mengawasi ketat setiap tahapan pelaksanaan.
"Panitia pilkades juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memilih berdasarkan rekam jejak, dan visi misi calon. Bukan karena pengaruh ataupun iming-iming dari pihak luar," jelasnya.
Sebagai contoh, ada kepala desa yang selama ini perhatiannya terbagi bukan memikirkan kemajuan desa, melainkan terjerat kebiasaan buruk seperti judi daring dan penyalahgunaan narkoba. Orang seperti itu tidak akan mampu memajukan desa.
"Kami minta kepada camat untuk perhatikan dan teliti calon kepala desa dengan seksama. Saring mereka yang terlibat narkoba, judi atau kebiasaan lain yang dapat merugikan pemerintahan desa," papar Rusmila.
Dia menambahkan, selama ini banyak kepala desa merasa penghasilannya belum mampu mencukupi kebutuhan hidup, sehingga mencari penghasilan tambahan tempat lain, termasuk menggeluti usaha pertambangan yang sedang marak.
"Hal ini membuat mereka terpecah perhatian, dan kurang fokus menjalankan tugas. Kondisi ini yang perlu dicari jalan penyelesaiannya bersama-sama," tandasnya. (arm/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama