KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Ketua Forum Damang Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Odo Dewel, mendorong pemerintah daerah merealisasikan pembangunan kantor kedamangan di 12 kecamatan sebagai upaya memperkuat lembaga adat dan meningkatkan peran adat di daerah tersebut.
Menurut Odo, pembangunan kantor kedamangan merupakan bentuk penguatan peran adat sekaligus penghormatan terhadap eksistensi damang dan mantir adat. Pernyataan itu disampaikannya pada Minggu (31/5).
“Pembangunan kantor kedamangan itu merupakan bentuk penguatan peran adat, serta penghormatan terhadap eksistensi para damang dan mantir adat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kantor kedamangan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol marwah dan kewibawaan lembaga adat Dayak yang selama ini berperan menjaga nilai budaya, menyelesaikan persoalan masyarakat adat, serta merawat harmonisasi sosial di tengah perkembangan zaman.
Selain pembangunan kantor kedamangan, Odo juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan damang dan mantir adat. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan diperlukan agar lembaga adat dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal di tengah masyarakat.
“Harus ada langkah konkret dalam pembangunan kelembagaan, karena itu dapat menjadi investasi budaya jangka panjang,” katanya.
Di sisi lain, Odo menyoroti menurunnya pemahaman generasi muda terhadap adat dan budaya Dayak di Kalimantan Tengah. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena masih banyak generasi muda yang belum memahami nilai-nilai adat istiadat leluhur mereka.
“Pemahaman generasi muda terhadap adat harus terus dikembangkan. Jangan sampai budaya dan adat Dayak hanya dikenal sebatas simbol, tetapi tidak dipahami makna dan nilai luhurnya,” tegasnya.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan budaya serta adat bagi generasi muda.
Menurut Odo, upaya tersebut penting agar adat Dayak tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat di tengah arus modernisasi. Ia juga meminta pembinaan generasi muda terus digalakkan guna menjaga warisan adat Dayak di Kabupaten Gunung Mas tetap hidup dan dihormati dari generasi ke generasi.
“Adat merupakan jati diri. Kalau generasi muda tidak mengenal adatnya, maka akar budaya akan hilang,” pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno