Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pesta Takin Padi di Rumah Besar. Cara Warga Desa Merambang Wujudkan Rasa Syukur Panen Padi

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 10 April 2026 | 20:49 WIB
Situasi Pesta Tradisional Takin Padi yang berlangsung di Rumah Besar Desa Merambang, Kecamatan Bulik Timur, sebagai ungkapan mensyukuri panen padi, baru-baru ini, (8/4).(humas/setda lamandau)
Situasi Pesta Tradisional Takin Padi yang berlangsung di Rumah Besar Desa Merambang, Kecamatan Bulik Timur, sebagai ungkapan mensyukuri panen padi, baru-baru ini, (8/4).(humas/setda lamandau)

Masyarakat Dayak di Desa Merambang, Kecamatan Bulik Timur Kabupaten Lamandau punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa syukur atas melimpahnya panen padi. Selain itu memperkuat tradisi gotong royong Bahuma Batongah, atau kebersamaan dalam membuat huma/ladang.

Ria Mekar A, Nanga Bulik

--------------------------------------------

Ungkapan rasa syukur itu diwujudkan dalam Pesta Tradisional Takin Padi yang digelar di Rumah Besar Desa Merambang. Desa ini memang dikenal memiliki potensi pertanian serta adat istiadat yang kuat.

Kegiatan yang sarat akan kearifan lokal ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh, pejabat dan para pemangku kepentingan. Di antaranya Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid, Kepala Desa Merambang dan Damang Kecamatan Bulik Timur.

Selain sebagai ritual adat, acara ini menjadi simbol penguatan ekonomi desa sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

Jalannya acara, ratusan warga berkumpul di rumah besar. Sementara itu puluhan Takin (berupa tas anyaman dari bambu dan rotan berisi padi) dikumpulkan di tengah rumah dan ditutupi kain.

Kemudian Takin tersebut dikelilingi para tokoh adat yang membacakan doa-doa dan melakukan ritual adat. Dengan harapan, panen mereka di tahun-tahun yang akan datang bisa lebih banyak lagi, dan tidak diganggu oleh hama-hama.

"Pesta Takin Padi bukan sekadar sebuah tradisi, tetapi merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil panen yang telah diberikan," ujar Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid yang turut hadir di tengah acara tersebut.

Baca Juga: Menghormati Tradisi, Astra Agro Fasilitasi Ritual Adat Dayak Tomun

Menurutnya, acara yang digelar tahunan ini memiliki makna yang mendalam lebih dari sekadar perayaan. Ia menyebutkan, tradisi ini adalah potret kemesraan hubungan antara manusia dengan sang pencipta dan alam semesta.

Ditegaskan Abdul Hamid, di era modern ini, menjaga warisan leluhur adalah tugas yang berat namun mulia. Menurutnya, tradisi ini adalah simbol keharmonisan yang mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Lamandau menegaskan komitmen untuk terus mendukung kegiatan adat semacam ini. Selain menjaga nilai leluhur, Pesta Takin Padi memiliki nilai ekonomis yang bisa dikembangkan lebih lanjut,” imbuhnya.

Diakuinya, kegiatan ini berpotensi besar dalam mendorong sektor pariwisata daerah. Dengan kuatnya kearifan lokal, ekonomi masyarakat diharapkan dapat tumbuh lebih mandiri dan tangguh.

Dirinya pun berpesan kepada para orang tua untuk mentransfer nilai-nilai budaya ini kepada anak cucu.

"Mari kita wariskan nilai-nilai luhur ini kepada generasi muda, agar mereka tetap mencintai dan bangga terhadap budaya daerahnya," tambah Abdul Hamid.(*/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#lamandau #tradisional #adat #Dayak #panen padi