Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Berkah Masjid Jogokariyan di Jogja. Menginspirasi Pemberian Makanan Berbuka Puasa Gratis

Agus Jaka Purnama • Kamis, 26 Februari 2026 | 04:40 WIB

Menu berbuka puasa ribuan porsi yang disediakan  setiap hari untuk berbuka puasa Ramadan, oleh pengurus Masjid Jogokariyan Jogja.
Menu berbuka puasa ribuan porsi yang disediakan setiap hari untuk berbuka puasa Ramadan, oleh pengurus Masjid Jogokariyan Jogja.


​Menjalankan ibadah Puasa Ramadan di Jogja, Anda bisa survive sebulan penuh Ramadan tanpa keluar uang sepeser pun, untuk kebutuhan makan.

Pasalnya ada pembagian makan bergizi gratis dua kali sehari selama sebulan, melalui pengelolaan dana infak masjid yang brilian. Bukan dari pajak rakyat yang nilainya triliunan.

Setiap sore saat waktu berbuka puasa, masjid-masjid di Jogja menyediakan makan besar. Dan ini bukan hanya masjid kondang seperti Masjid Jogokariyan, tapi juga masjid-masjid di perumahan.

Selain berbuka, beberapa masjid juga ada yang menyediakan menu makan sahur.

Dalam hal itu, ​ekonomi berputar untuk rakyat.
​Berapa rupiah yang diperlukan ? Masjid Jogokariyan menyediakan 3.800 porsi dengan biaya Rp15.000 per porsi. Itu setara dengan: ​Rp57 juta per hari atau Rp1,71 miliar sebulan.
​Ini baru satu masjid! Uang miliaran itu berputar ke warga sekitar yang menyediakan bahan baku dan memasak. Bukan ke pejabat.

Ini belum termasuk 400 UMKM yang berjualan di Kampung Ramadan Jogokariyan, yang perputarannya bisa mencapai Rp120 juta per hari.

​Siklus Kebaikan: Saldo Rp0
​Di sinilah kuncinya. Masjid Jogokariyan mencoba untuk meng-nol-kan saldo infak. Tapi anehnya saldo itu malah bertambah terus. Saat jemaah melihat uang infak mereka berdampak nyata, maka kepercayaan donatur meningkat.
​Motivasi berinfak pun melonjak.Penerima manfaat menjadi berdaya.

​Akhirnya, mereka yang dibantu pun ikut berkontribusi.
​Uang tersebut terus berputar efisien seperti bola salju, mendanai subsidi kesehatan, pendidikan, modal UMKM, hingga wakaf produktif.

​Gizi untuk Perut dan Otak
​Tidak sekadar gizi buat perut, masjid-masjid di Jogja juga mengundang tokoh nasional untuk memberikan "gizi" kepada otak melalui ceramah dan diskusi.

Program pemberdayaan ini tidak berhenti pas Ramadan saja. Itulah mengapa Masjid Jogokariyan bisa mengubah para Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzaki (pemberi zakat).

Kita Bisa ​Bayangkan, jika banyak masjid di Indonesia dikelola secara modern seperti itu.(Ins/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#makanan bergizi gratis #jogja #masjid jogokariyan #puasa ramadan #berkah #makanan berbuka puasa