SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Aktivitas masyarakat yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran membuat harga sembako di pasar tradisional perlahan merangkak naik.
Pantauan di Pasar Keramat Sampit dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya kenaikan pada sejumlah komoditas utama.
Harga daging sapi yang sebelumnya berkisar Rp160 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp180 ribu.
Kenaikan juga terjadi pada ayam potong, dari Rp38 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur masih bertahan di angka Rp65 ribu per papan.
Tidak hanya itu, sejumlah bumbu dapur juga mengalami penyesuaian harga.
Bawang putih naik dari Rp30 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah dari Rp40 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram.
Kenaikan ini terjadi secara bertahap seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
Suasana pasar pun terlihat semakin ramai. Warga mulai memadati lapak pedagang untuk membeli kebutuhan rumah tangga, baik untuk konsumsi harian maupun persiapan Lebaran.
Sebagian masyarakat bahkan memilih berbelanja lebih awal guna mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi mendekati hari raya.
Seorang pedagang, Sanah, mengatakan bahwa fenomena kenaikan harga menjelang Lebaran merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun.
Menurutnya, meningkatnya permintaan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga, ditambah pasokan dari distributor yang tidak selalu stabil.
“Kalau sudah mendekati Lebaran, pembeli pasti lebih banyak. Permintaan naik, harga juga ikut naik,” ujarnya, Rabu (18/3).
Di sisi lain, kondisi ini membuat masyarakat mulai menyesuaikan pola belanja. Warga menjadi lebih selektif dalam memilih kebutuhan dan mengutamakan barang yang benar-benar penting.
“Sekarang belanja harus benar-benar diatur. Yang penting cukup dulu untuk kebutuhan utama,” kata Yana, salah seorang warga.
Meski demikian, masyarakat berharap kenaikan harga tidak terlalu tinggi hingga hari H Lebaran. Selain itu, ketersediaan bahan pokok juga diharapkan tetap aman dengan distribusi yang lancar.
Peningkatan aktivitas pasar diperkirakan akan terus berlangsung hingga mendekati puncak arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan dengan baik, agar lonjakan harga tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (oes)
Editor : Slamet Harmoko