Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cuaca Kotim Dominan Berawan, Tapi Risiko Karhutla Tetap Tinggi

Usay Nor Rahmad • Rabu, 21 Januari 2026 | 08:41 WIB
Cuaca di Sampit, terpantau dari tepi Sungai Mentaya, Rabu pagi (21/1 /2026). (Oes/Radar Sampit)
Cuaca di Sampit, terpantau dari tepi Sungai Mentaya, Rabu pagi (21/1 /2026). (Oes/Radar Sampit)


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur memprediksi kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam 24 jam ke depan didominasi cuaca berawan. Meski demikian, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai.

Berdasarkan prakiraan akumulasi curah hujan periode Rabu (21/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (22/1/2026) pukul 07.00 WIB, sebagian besar wilayah Kotim diperkirakan berada pada kategori berawan hingga hujan ringan. Data tersebut mengacu pada model prediksi cuaca numerik WRF Daily Forecast.

Photo
Photo

BMKG menyebutkan, tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim. Hal itu juga diperkuat hasil pengamatan citra satelit cuaca Himawari-8 Infra Red Enhanced pada Rabu pagi (21/1) pukul 07.00 WIB, yang menunjukkan aktivitas awan konvektif relatif minim.

“Secara umum kondisi atmosfer di Kotawaringin Timur masih stabil dan tidak menunjukkan potensi hujan lebat,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Namun di sisi lain, pemantauan titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir menunjukkan masih adanya potensi karhutla.

Berdasarkan rekapitulasi hotspot yang diakses Rabu (21/1/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat tujuh titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah tersebar di sejumlah kecamatan.

Hotspot tersebut terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang sebanyak tiga titik, Tumbang Nggahan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kecamatan Telaga Antang, Bukit Indah, Cempaga, Patai, Bukit Santuai, Tewai Hara, Mentaya Hulu, dan Kapuk.

BMKG juga merilis peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran berdasarkan analisis parameter cuaca.

Hasilnya, hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masuk dalam kategori sangat mudah terbakar untuk periode Rabu (21/1/2026) dan Kamis (22/1/2026).

Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya curah hujan signifikan serta karakteristik lahan gambut yang mendominasi wilayah tersebut. BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, meski cuaca terpantau relatif berawan.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta pemantauan lapangan guna mencegah terjadinya karhutla yang dapat meluas.
“Potensi kebakaran masih tinggi. Diperlukan peran semua pihak untuk mencegah terjadinya karhutla, terutama di wilayah rawan,” tegas BMKG. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#cuaca hari ini #cuaca sampit hari ini