Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

DLH Kotim Fokus Perbaiki Sistem Pengelolaan Sampah di TPA

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 12 November 2025 | 21:12 WIB
SAMPAH: Kepala DLH Kotim, Marjuki memantau secara langsung pengelolaan sampah depo, baru-baru tadi. FOTO: DLH KOTIM/RADAR SAMPIT
SAMPAH: Kepala DLH Kotim, Marjuki memantau secara langsung pengelolaan sampah depo, baru-baru tadi. FOTO: DLH KOTIM/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala DLH Kotim, Marjuki memastikan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka tidak akan lagi dilakukan karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Saya pastikan sampah tidak lagi ditimbun di depo. PR kami sekarang, agar TPA tidak lagi open dumping. Ketika sampah dibuang, tidak lagi terbuka, tapi langsung dimasukkan ke lubang besar,” tegas Marjuki.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat DLH akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah. Salah satu langkahnya adalah penerapan pemilahan sampah sejak dari sumber.

Dengan begitu, hanya sampah residu yang akan dibuang ke TPA, sedangkan plastik, botol, dan bahan yang masih bernilai ekonomi akan dimanfaatkan kembali.

“Sampah tanggung jawab kita semua. Saya ingin sampah yang masuk ke depo semakin berkurang. Harapannya, dari 16 rit per hari yang biasanya masuk ke TPA, nanti tinggal enam rit saja, karena hanya residunya yang dibuang,” ujarnya.

Selain menata sistem pembuangan, DLH juga memperkuat koordinasi dengan para pemulung agar aktivitas pemilahan dapat berjalan efektif dan tidak menumpuk di depo-depo. 

“Sekarang sampah botol dan plastik sudah dimanfaatkan. Pemulung juga kita koordinasikan agar tidak menimbun di depo lain,” kata Marjuki.

Dalam hal operasional, DLH terus berupaya mengatasi keterbatasan armada dan alat berat. Saat ini, DLH memiliki delapan armada pengangkut sampah, dua unit ambrol, dan dua unit loader. Namun, dua unit ekskavator mengalami kerusakan berat dan tidak layak pakai.

“Opsi kami saat ini adalah menyewa alat. Kami sewa dua unit ekskavator, ditambah bantuan alat dari Dinas PUPR. Selain itu, kami juga memanfaatkan dua unit ekskavator kecil dari Dinas Pertanian hasil permutasi,” jelasnya.

Marjuki menambahkan, tanah penutup untuk TPA juga menjadi kebutuhan penting agar pembuangan sampah dapat berjalan sesuai standar lingkungan. 

Dengan langkah-langkah tersebut, DLH Kotim menargetkan pengelolaan TPA di wilayahnya bisa beralih menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami berterima kasih kepada DLH Provinsi atas dukungannya. Ini juga menjadi bahan laporan saya ke Bupati. Saya tidak perlu banyak laporan, saya tahu apa yang masih kurang dan harus diperbaiki,” pungkasnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#sampah #tpa #kebersihan #DLH