Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak-anak TK Aisyiyah 1 Sampit Belajar Carbon Farming Lewat Menanam Bunga

Heru Prayitno
Penulis: Heru Prayitno❯

Advertisement

TK Aisyiyah 1 Sampit mengajak anak anak mengenal lingkungan lebih dekat melalui kegiatan menanam menggunakan media tanam carbon farming atau pertanian karbon, Jumat (8/5/2026).
TK Aisyiyah 1 Sampit mengajak anak anak mengenal lingkungan lebih dekat melalui kegiatan menanam menggunakan media tanam carbon farming atau pertanian karbon, Jumat (8/5/2026).

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - TK Aisyiyah 1 Sampit mengajak anak anak mengenal lingkungan lebih dekat melalui kegiatan menanam menggunakan media tanam carbon farming atau pertanian karbon, Jumat (8/5/2026).

Advertisement

 

Kegiatan yang berlangsung di sekolah itu menghadirkan instruktur Dr Joni SH MH. Anak-anak diperkenalkan proses bercocok tanam mulai dari menyemai benih hingga menanam bunga menggunakan polybag dan pot.

 

Advertisement

Dalam kegiatan tersebut, anak anak terlihat antusias menyiapkan media tanam ke dalam polybag dan pot sebelum menanam bunga. Selain belajar menanam, anak-anak juga dikenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

 

Joni menjelaskan, media tanam dalam carbon farming difokuskan pada peningkatan penyerapan karbon organik ke dalam tanah sekaligus memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.

 

“Media ini dirancang untuk memaksimalkan proses fotosintesis dan menyimpan karbon dalam jangka panjang,” ujarnya.

 

Ia menerangkan, salah satu komponen utama dalam media tanam carbon farming adalah biochar atau arang hayati.

 

Bahan tersebut dinilai efektif untuk mengunci karbon di dalam tanah dalam waktu lama, sekaligus membantu memperbaiki drainase dan tingkat keasaman tanah.

 

Selain biochar, media tanam juga menggunakan kompos organik dan humus yang berasal dari pupuk kandang maupun sisa tanaman.

 

Kandungan bahan organik yang tinggi dinilai mampu menambah nutrisi sekaligus meningkatkan kadar karbon dalam tanah.

 

Tak hanya itu, penggunaan mulsa organik juga menjadi bagian penting dalam pertanian karbon. Mulsa digunakan untuk melindungi permukaan tanah dan membantu meningkatkan kandungan karbon organik.

 

Kepala TK Aisyiyah 1 Sampit, Misda Masitah SPd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr Joni atas edukasi lingkungan yang diberikan kepada anak-anak.

 

Menurutnya, pengenalan lingkungan dan praktik menanam sejak usia dini memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak, terutama dalam menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar. (yit)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini beralih fungsi

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menargetkan pengaspalan Jalan Jaksa Agung, Sampit rampung dalam sepuluh hari ke depan

Dinsos Kotim Tangani 30 Anak Berhadapan dengan Hukum Sepanjang 2026

Dinsos Kotim Tangani 30 Anak Berhadapan dengan Hukum Sepanjang 2026

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kotim, Laily Hasanah, mengatakan kasus yang ditangani cukup beragam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer