Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Kotim Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Yuni Pratiwi Iskandar
CUACA: Awan gelap menyelimuti Sungai Mentaya, Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (12/11/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
CUACA: Awan gelap menyelimuti Sungai Mentaya, Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (12/11/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran.


Advertisement

Hujan disertai angin kencang menyebabkan sejumlah kerusakan di beberapa titik, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan pihaknya menerima laporan berbagai peristiwa akibat cuaca ekstrem sejak peringatan dini dikeluarkan BMKG pada 7 November 2025.

Advertisement

“Kami imbau masyarakat waspada terhadap tanda-tanda cuaca buruk seperti awan gelap dan hembusan angin kencang. Hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame ketika kondisi tidak stabil,” ujar Multazam.

Multazam menyebut, beberapa kejadian tercatat menimbulkan kerusakan di sejumlah titik. Pohon tumbang terjadi di kawasan perkotaan dan jalan utama, termasuk di Simpang Empat Pelantaran.

Sementara itu, bangunan minimarket dan Puskesmas Pundu juga mengalami kerusakan, disertai gangguan pada jaringan listrik dan internet.

Advertisement

“Total kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta. Kami telah menurunkan tim bersama instansi terkait untuk penanganan darurat dan perbaikan fasilitas yang terdampak,” jelasnya.

Ia menambahkan, kecepatan angin yang sempat tercatat mencapai 56 kilometer per jam berpotensi menimbulkan bahaya jika tidak diantisipasi. Oleh karena itu, BPBD meminta masyarakat utuk terus memantau peringatan dini dari BMKG serta segera melaporkan kejadian bencana yang terjadi di lingkungan masing-masing.

Multazam menegaskan, dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, BPBD Kotim juga berkoordinasi dengan kecamatan dan desa untuk memperkuat sistem pelaporan cepat serta memastikan sarana darurat tetap siaga.

“Cuaca ekstrem ini tidak bisa diprediksi secara pasti. Karena itu perlunya kesiapsiagaan. Kami harap masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada terhadap potensi bencana,” tegas Multazam. (yn/fm) 

Advertisement
Editor : Farid Mahliyannor
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Anggaran Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kotim Menipis

Anggaran Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kotim Menipis

BPBD Kabupaten Kotim mengungkapkan Anggaran penanganan karhutla serta kekeringan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menipis.

BTT Karhutla Kotim Menipis? BPBD Hitung Kebutuhan Dana hingga November

BTT Karhutla Kotim Menipis? BPBD Hitung Kebutuhan Dana hingga November

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memproyeksikan dana belanja tidak terduga (BTT)

Karhutla di Sukamara sudah Mencapai 642,55 Hektare

Karhutla di Sukamara sudah Mencapai 642,55 Hektare

Data BPBD Sukamara mencatat bahwa Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara sepanjang tahun ini mencapai 642,55 hektare

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer