BTT Karhutla Kotim Menipis? BPBD Hitung Kebutuhan Dana hingga November


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memproyeksikan dana belanja tidak terduga (BTT), yang tersedia saat ini cukup mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan hingga November 2026.
"Kalau hitung-hitungan kami cukup sampai November, atau satu bulan ke depan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Imam Subekti di Sampit, Kalteng, Rabu (28/10/2026).
Imam menjelaskan total anggaran BTT yang dialokasikan untuk penanganan bencana pada 2026 mencapai Rp22 miliar, terdiri atas anggaran awal Rp5 miliar dari APBD Kotim, tambahan Rp15 miliar dari pemerintah pusat, serta tambahan Rp2 miliar melalui APBD Perubahan Kotim.
Saat ini, anggaran tersebut difokuskan mendukung penanganan karhutla dan kekeringan yang masih berlangsung seiring penetapan Status Tanggap Darurat di Kotim sejak 30 Juli 2026.
Pencairan dana BTT tersebut dilakukan bertahap. Dari alokasi awal Rp5 miliar, BPBD telah mengajukan pencairan dalam dua tahap. Tahap pertama berlaku pada 30 Juli hingga 26 Agustus dan tahap kedua pada 27 Agustus hingga 15 September.
Dari penggunaan anggaran pada kedua tahap tersebut, masih terdapat sisa sekitar Rp1 miliar yang menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa).
"Kami berharap silpa dari pencairan tahap pertama dan kedua itu bisa digunakan kembali. Itu yang sedang kami usulkan, mudah-mudahan disetujui," ujarnya.
Dilanjutkan dengan pencairan tambahan BTT dari pemerintah pusat yang totalnya Rp15 miliar. Untuk tahap ketiga diajukan pencairan Rp9,1 miliar untuk periode 16-30 September. Sedangkan, untuk tahap empat diajukan Rp5,8 miliar mencakup periode 1-30 Oktober 2026.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




