Sukamara Masih Siaga Karhutla, 444 Hektare Lahan Terbakar

Fauziannur • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:29 WIB
Kecamatan Pantai Lunci menjadi wilayah dengan terbanyak titik api. (Fauziannur/Radar Sampit) 
Kecamatan Pantai Lunci menjadi wilayah dengan terbanyak titik api. (Fauziannur/Radar Sampit) 

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com — Kabupaten Sukamara masih berstatus siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 29 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar sejak Januari mencapai 444,95 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara Anderson mengatakan, dari total lahan terbakar tersebut, sekitar 204,35 hektare telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, berdasarkan data aplikasi BRIN hingga 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat 1.162 titik panas (hotspot) di wilayah Sukamara. Sebarannya meliputi Kecamatan Sukamara 174 titik, Pantai Lunci 427 titik, Jelai 389 titik, Balai Riam 24 titik, dan Permata Kecubung 148 titik.

Adapun berdasarkan data aplikasi SIPONGI pada periode yang sama, jumlah hotspot mencapai 3.412 titik. Rinciannya, Kecamatan Sukamara 475 titik, Pantai Lunci 1.522 titik, Jelai 982 titik, Balai Riam 42 titik, dan Permata Kecubung 391 titik.

Anderson menyebutkan, penanganan karhutla masih menghadapi kendala keterbatasan sarana dan prasarana. Karena itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

“BPBD masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana dalam penanganan karhutla. Karena itu, kami selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan TNI, Polri, KPHP, perusahaan perkebunan kelapa sawit, serta instansi terkait lainnya,” ujar Anderson.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD Sukamara juga mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan berupa selang pemadam dan dua unit sepeda motor patroli karhutla.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan serta mempercepat mobilitas petugas dalam menangani kebakaran.

BPBD Sukamara mengimbau masyarakat tetap waspada selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. (fzr)

 

Editor : Heru Prayitno
sukamara karhutla