Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejumlah Nelayan Sukamara Istirahat Melaut

F
Penulis: Fauziannur❯
Perahu para nelayan tambat labuh di dermaga di anakan sungai karena kondisi cuaca tidak menentu. (Fauziannur/Radar Sampit) 
Perahu para nelayan tambat labuh di dermaga di anakan sungai karena kondisi cuaca tidak menentu. (Fauziannur/Radar Sampit) 

Advertisement

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Angin kencang dan gelombang besar membuat sejumlah nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara memilih tidak melaut untuk sementara waktu. Sebagian nelayan beralih bekerja di darat.

Salah seorang warga pesisir, Uno, mengatakan kondisi laut saat ini tidak memungkinkan bagi nelayan untuk melaut. Selain angin kencang dan gelombang besar, alur anak sungai yang menjadi tempat tambat perahu juga mengalami pendangkalan akibat surut dan tertutup pasir.

Advertisement

“Sekarang tidak bisa ke laut. Ombaknya besar dan banyak nelayan memilih istirahat melaut dan beralih sementara bekerja ke darat,” kata Uno.

Menurut Uno, kondisi tersebut terjadi pada musim kemarau karena tidak ada hujan yang mendorong aliran air sungai ke laut. Akibatnya, pasir laut menutup alur keluar-masuk perahu.

“Yang membuat alur itu kan dorongan air sungai yang deras. Sekarang tidak ada hujan sehingga pasir laut menutupnya. Perahu kecil masih bisa, tetapi ukuran sedang dan besar sudah tidak bisa keluar dari dermaga,” ujarnya.

Advertisement

Hal senada disampaikan Dedi, salah seorang warga pesisir Desa Cabang Barat. Ia mengatakan hampir tidak ada nelayan yang berani melaut karena angin kencang terjadi hampir sepanjang hari.

Menurut Dedi, kapal nelayan yang masih terlihat berada di tengah laut merupakan kapal berukuran besar dari luar Sukamara.

“Angin kencang hampir sepanjang hari. Kapal yang berlabuh di tengah itu cuma nelayan dari luar,” katanya.

Sementara itu, nelayan lainnya, Usman, mengatakan nelayan memilih tidak melaut ketika kondisi cuaca kurang baik. Jika tetap berangkat, nelayan hanya melaut pada waktu tertentu dalam durasi singkat dengan tetap memperhatikan perubahan cuaca.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Kepedulian Jadi Kekuatan, PT Indotruba Tengah Perbaiki Perahu Nelayan Desa Pangkalan Banteng

Dari Kepedulian Jadi Kekuatan, PT Indotruba Tengah Perbaiki Perahu Nelayan Desa Pangkalan Banteng

Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Indotruba Tengah menyerahkan bantuan CSR untuk perbaikan perahu nelayan di Desa Pangkalan Bante

Nelayan Kecil Diminta Waspada, Gelombang Tinggi Diperkirakan Bertahan hingga Oktober

Nelayan Kecil Diminta Waspada, Gelombang Tinggi Diperkirakan Bertahan hingga Oktober

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Haji Asan Sampit mengimbau nelayan yang menggunakan perahu atau kapal berukuran kecil m

Tragedi Beruntun Latsarmil Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan: Peserta Kelima Gugur, Mengapa Korban Terus Berjatuhan?

Tragedi Beruntun Latsarmil Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan: Peserta Kelima Gugur, Mengapa Korban Terus Berjatuhan?

Serupa dengan 4 peserta lain yang meninggal dunia saat menjalani latsarmil, Nola juga sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer