Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pasar Saik Kuala Pembuang Minim Petugas Kebersihan

M. Rifani Dewantara • Kamis, 14 Mei 2026 | 04:45 WIB

 

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda saat meninjau pasar saik Kuala Pembuang. (Rifani/Radar Sampit)
Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda saat meninjau pasar saik Kuala Pembuang. (Rifani/Radar Sampit)

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Kebersihan dan penataan Pasar Saik, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, menjadi sorotan setelah Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (13/5/2026). Sidak tersebut mengungkap kondisi pasar yang dinilai semrawut serta kurang tertata, terutama pada aspek kebersihan dan pemanfaatan kawasan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Seruyan, Adhian Noor, mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan dua opsi pengembangan kawasan pasar, termasuk rencana pemanfaatan sebagian area sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Kalau Mal Pelayanan Publik, masyarakat yang datang ke pasar bisa sekaligus mengurus pelayanan. Itu salah satu opsi yang sedang kami usulkan ke pimpinan,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Selain opsi MPP, pemerintah daerah juga mengkaji penataan lain untuk meningkatkan ketertiban dan kenyamanan pasar bagi pedagang maupun pembeli.

Adhian mengakui, persoalan kebersihan di area los pasar masih menjadi kendala utama. Hingga saat ini, belum tersedia tenaga kebersihan khusus di lokasi tersebut. Retribusi los pasar sebesar Rp1.000 per hari langsung disetor ke kas daerah, berbeda dengan kios yang memiliki skema sewa termasuk pengelolaan kebersihan.

Ia menambahkan, pihaknya pernah mengusulkan penambahan anggaran pada Desember lalu untuk pengadaan petugas kebersihan, namun belum terealisasi.

Berdasarkan Instruksi Bupati Seruyan tahun 2025, pengelolaan pasar melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Diskoperindag, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan. Namun, Adhian menyebut pelaksanaan di lapangan belum berjalan optimal.

“Urusan kebersihan menjadi tanggung jawab DLH, tetapi koordinasi dan pelaksanaannya belum sepenuhnya berjalan baik. Pasar ini memang tidak bisa ditangani satu instansi saja,” katanya.

Pemerintah daerah berharap Pasar Saik dapat segera tertata lebih bersih, nyaman, dan representatif sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kuala Pembuang. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#seruyan #Pasar saik