KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan mulai mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Salah satu fokus utama pengembangan diarahkan ke kawasan Danau Sembuluh yang direncanakan menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Tengah.
Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Pengumpulan Data Pariwisata di Aula Bapperida Kabupaten Seruyan, Kamis (7/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan kajian pengembangan pariwisata oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Desa Sembuluh I, Kecamatan Danau Sembuluh.
Rapat dipimpin Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Seruyan, Bahrun Abbas, dan dihadiri unsur DPRD Seruyan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, BRIN, perangkat daerah, serta perwakilan kecamatan dan desa di sekitar Danau Sembuluh.
Bahrun Abbas mengatakan pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus berbasis data dan perencanaan yang matang agar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menggali berbagai masukan untuk mendukung penyusunan kajian pariwisata yang terstruktur dan sistematis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BRIN saat ini melakukan kajian pengembangan pariwisata di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah, yakni Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kotawaringin Barat.
Menurutnya, Seruyan memiliki potensi besar untuk menjadi daerah tujuan wisata, terutama melalui Danau Sembuluh yang merupakan danau terbesar di Kalimantan Tengah. Kawasan ini memiliki beragam potensi, mulai dari wisata budaya, olahraga air, perikanan, hingga panorama alam dan pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.
“Danau Sembuluh merupakan anugerah besar yang harus dikembangkan secara serius. Dengan perencanaan yang matang, kawasan ini sangat potensial menjadi destinasi wisata unggulan,” kata Bahrun.
Selain potensi alam, pengembangan juga diarahkan pada kekayaan budaya lokal yang masih terjaga, termasuk tradisi masyarakat di Desa Bangkal. Kedekatan Danau Sembuluh dengan Taman Nasional Tanjung Puting juga dinilai membuka peluang pengembangan paket wisata terintegrasi.
Pemkab Seruyan turut melirik potensi wisata pesisir, garis pantai yang panjang, serta penguatan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung ekosistem pariwisata daerah.
“Jika seluruh potensi ini dikemas dalam paket wisata terintegrasi, dampaknya akan sangat besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi tahap awal sebelum pelaksanaan orientasi lapangan ke Danau Sembuluh untuk melihat langsung kondisi kawasan sekaligus memperkuat data kajian yang sedang disusun. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno