KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Sekolah Adiwiyata Tahun 2026 di Aula BKAD Seruyan, Rabu (15/4). Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Seruyan Muliadi mewakili Bupati Seruyan.
Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan wawasan pihak sekolah dalam pelaksanaan Program Sekolah Adiwiyata versi terbaru, sekaligus mendorong partisipasi aktif satuan pendidikan dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Dalam sambutan Bupati Seruyan yang dibacakan Muliadi, disampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern memiliki dampak positif sekaligus negatif. Di satu sisi mendorong kemajuan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, namun di sisi lain dapat memicu persoalan lingkungan apabila tidak dikelola dengan bijak.
“Kerusakan alam seperti banjir, longsor, pencemaran, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan lingkungan seperti penumpukan sampah, kebakaran hutan, dan pembalakan liar menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan sejumlah pengamatan, sekitar 80 persen kerusakan lingkungan dipicu oleh aktivitas manusia.
Melalui Program Sekolah Adiwiyata yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah berupaya menanamkan budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan. Sekolah dinilai sebagai ruang strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan, dengan peran guru sebagai teladan bagi peserta didik.
“Pembangunan berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Sementara itu, perkembangan Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Seruyan menunjukkan tren positif. Hingga saat ini tercatat 40 sekolah telah meraih predikat Adiwiyata, terdiri atas 2 Adiwiyata Mandiri, 10 Adiwiyata Nasional, 12 Adiwiyata Provinsi, dan 16 Adiwiyata Kabupaten. Capaian ini menempatkan Seruyan di peringkat keempat di Kalimantan Tengah dalam jumlah Sekolah Adiwiyata.
Muliadi juga mengimbau peserta bimtek agar mengikuti kegiatan secara serius dan menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah masing-masing.
“Ilmu yang didapatkan jangan hanya berhenti di sini, tetapi harus diterapkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno