Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teror Ular Marak Lagi di Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Tim BPK Kamboja saat melakukan penanganan seekor ular piton sepanjang 4 meter, yang sempat memangsa seekor ayam di dalam kandang di Palangka Raya, Rabu (6/5). (dodi/radarsampit)
Tim BPK Kamboja saat melakukan penanganan seekor ular piton sepanjang 4 meter, yang sempat memangsa seekor ayam di dalam kandang di Palangka Raya, Rabu (6/5). (dodi/radarsampit)

Advertisement

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Kehadiran ular di areal pemukiman warga di Palangka Raya kembali marak belakangan ini. Pada Selasa (5/5), ular piton sepanjang 4 meter menyasar kandang ayam warga di Jalan Seth Adji, di seberang SPBU. Kemudian pada Rabu (6/5),  giliran sebuah  rumah warga di Jalan Beliang Ujung, dekat Bundaran Garuda, yang juga disatroni ular Piton sepanjang 4 meter, dengan diameter sekitar 3,5 inci. Ular itu ditemukan seorang nenek penghuni rumah, ketika berada di dalam kandang ternak.

Nenek itu mendekati kandang sambil membawa pakan. Biasanya, ayam-ayamnya langsung riuh menyambut. Namun pagi itu suasana justru sunyi. Tidak ada suara, tidak ada gerakan. Saat mengintip ke dalam, ada sesuatu berwarna belang seperti kain dan ternyata seekor ular piton besar yang melingkar, dengan satu ayam sudah ditelan dan satu lagi mati.

Advertisement

Kemudian, wanita tua itu melaporkan kejadian itu ke tim penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, yang kemudian menurunkan tiga personel tim Kamboja ke lokasi.

Koordinator tim Sucipto mengatakan, seekor ular piton besar yang masuk kandang ternak itu telah memangsa dan membunuh ayam milik warga hingga harus dievakuasi.“Kejadian terjadi pada pagi hari saat pemilik hendak memberi makan ternak, dan evakuasi berlangsung sekitar 30 menit setelah tim tiba di lokasi,”ujarnya.

Dia menyebutkan, diduga ular masuk ke permukiman untuk mencari makan, mengingat lingkungan sekitar masih dekat dengan habitat alaminya. Dengan teknik khusus, ular piton itu berhasil dilumpuhkan dan dimasukkan ke dalam karung.Setelah diamankan, ular piton tersebut langsung dibawa dan dilepasliarkan ke habitat alami yang jauh dari pemukiman.

Advertisement

Sucipto mengingatkan, kehadiran predator seperti piton bukan hanya ancaman bagi ternak, tetapi juga berpotensi membahayakan manusia jika tidak segera ditangani.  "Jadi sama-sama kita jaga ekosistem dengan lingkungan sebenarnya terbuka sesuai dengan rantai kehidupan,”pungkasnya. (daq/gus)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Palangkaraya Banyak Ular. Dua Hari, Tim Rescue Lakukan Evakuasi di Lima Permukiman Warga

Palangkaraya Banyak Ular. Dua Hari, Tim Rescue Lakukan Evakuasi di Lima Permukiman Warga

Kemunculan ular liar di kawasan permukiman Kota Palangka Raya terus terjadi. Dua hari, tim rescue mengevakuasi di lima pemukiman warga

Sabu 100 Gram Lebih Disembunyikan di Atas Kandang Ayam, Pria 24 Tahun di Sampit Dibekuk Polisi

Sabu 100 Gram Lebih Disembunyikan di Atas Kandang Ayam, Pria 24 Tahun di Sampit Dibekuk Polisi

Peredaran narkotika di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali dibongkar polisi. Kali ini, jajaran Polres Kotim menyita 1 ons lebih

Pria 50 Tahun yang Gantung Diri di Kandang Ayam Diduga Mengalami Depresi karena Sakit

Pria 50 Tahun yang Gantung Diri di Kandang Ayam Diduga Mengalami Depresi karena Sakit

Warga Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digemparkan dengan penemuan seorang pria berusia 50 tahun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer