Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kejadian Lagi, Kasus Bakar Pacar Pakai Pertalite Kini Menimpa Perempuan Asal Sampit

Fahry Ilhami Samosir • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:06 WIB
PERAWATAN: Perempuan berusia 34 tahun menjalani perawatan di Dr Murjani Sampit, Jumat (26/6) malam
PERAWATAN: Perempuan berusia 34 tahun menjalani perawatan di Dr Murjani Sampit, Jumat (26/6) malam.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Hubungan asmara yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi mimpi buruk bagi TLD (34). Perempuan asal Sampit, itu kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit setelah tubuhnya dilalap api, diduga dibakar oleh kekasihnya SM.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di rumah korban di Jalan Metro TV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, pada Rabu (24/6) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Korban mengungkapkan, insiden bermula saat dirinya memergoki sang pacar mengirim pesan kepada perempuan lain yang telah bersuami untuk mengajak berselingkuh. Temuan itu memicu pertengkaran hebat.

"Saya melihat dia chat dengan perempuan lain, istri orang, untuk mengajak selingkuh. Saat saya tanya, dia tidak mengaku, akhirnya kami bertengkar," ujar TLD, Jumat (26/6) malam.

Usai cekcok, korban sempat meninggalkan rumah untuk menenangkan diri. Namun saat kembali, pertengkaran kembali memanas hingga pelaku diduga nekat menyiramkan pertalite ke tubuh korban dan dirinya sendiri.

"Lalu dia menyalakan korek sambil mengancam kami akan terbakar bersama. Ternyata apinya langsung menyambar tubuh kami. Kami panik dan lari ke kamar mandi," ungkap korban.

Dalam kondisi tubuh penuh luka bakar, korban berteriak meminta pertolongan warga. Tetangga kemudian datang dan membawa korban ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Usai terbakar saya dibawa tetangga ke rumah sakit. Sementara SM sempat dibawa ke rumah sakit juga, tapi kemudian pulang," jelasnya.

Korban mengaku tindakan brutal itu bukan yang pertama. Selama menjalin hubungan, ia kerap menerima ancaman dari pelaku setiap kali terjadi pertengkaran.

Tak terima atas perlakuan tersebut, korban telah melaporkan kasus itu ke pihak Kepolisian dan berharap pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Saya berharap pihak Kepolisian menghukum pelaku seberat-beratnya. Saya sudah sangat sakit hati diperlakukan sampai seperti ini," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Kepolisian masih menangani laporan tersebut dan mendalami kronologi serta dugaan tindak pidana yang terjadi. (sir/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#pembakaran pacar #pembakaran pacar di sampit #cemburu #sampit #kotim