Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mata Juling Jangan Dibiarkan, Harus Mendapat Perhatian Serius

Agus Jaka Purnama
Penulis: Agus Jaka Purnama❯
Ilustrasi Pengidap Strabismus (net)
Ilustrasi Pengidap Strabismus (net)

Advertisement

radarsampit.jawapos.com-Strabismus atau mata juling pada anak menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian serius, terutama bagi para orang tua. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata bila tidak segera ditangani dengan baik.

Strabismus merupakan kondisi medis ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Tanpa penanganan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi penglihatan, termasuk kemampuan melihat tiga dimensi, memperkirakan jarak, serta meningkatkan risiko gangguan penglihatan seperti ambliopia atau mata malas.

Beberapa hal yang menjadi penyebab seperti gangguan otot mata, saraf, faktor genetik, maupun kelainan refraksi seperti minus, plus atau silinder yang tidak terkoreksi.

Advertisement

Mata juling dalam beberapa kondisi tidak terlihat terus menerus. Gejala bisa muncul sesekali saja seperti saat anak lelah, mengantuk, melamun, atau sedang kurang sehat.

Oleh karena itu, perlu ada edukasi agar masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda strabismus sejak dini.

Pada bayi, mata yang tampak tidak sejajar dapat terjadi karena koordinasi saraf mata yang belum matang. Namun, apabila kondisi tersebut menetap setelah usia enam bulan, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata.

Advertisement

Bahkan ditemukan kondisi strabismus yang tidak tampak dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini baru bisa terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang lebih teliti.

Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group, Prof Tjahjono D. Gondhowiardjo mengatakan, perusahaannya meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Impactful Omnichannel Social Campaign melalui kampanye edukasi Strabismus : From Stigma to Confidence. Pihaknya terdorong untuk meneruskan edukasi kepada masyarakat.

"Melalui kampanye strabismus ini, JEC Eye Hospitals & Clinics ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk memahami bahwa mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang anak mendapatkan tata laksana yang sesuai dan hasil yang lebih optimal," ujar Tjahjono, Kamis (25/6).

Memperluas jangkauan edukasi, JEC Eye Hospitals & Clinics menjalankan kampanye ini melalui berbagai kanal, mulai dari edukasi digital dan media sosial, seminar kesehatan mata, talkshow radio, podcast, publikasi media hingga kegiatan offline seperti skrining mata dan program sosial operasi mata juling gratis.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aksi PWI Kotim dan NSS Group Menyemangati Relawan Penanganan Karhutla

Aksi PWI Kotim dan NSS Group Menyemangati Relawan Penanganan Karhutla

Aksi PWI Kotim dan NSS Group Menyemangati Relawan  Penanganan Karhutla.Tak Hanya Memberitakan, Tapi juga mewujudkan Kepedulian pada relawan

Anggota DPRD Gumas Perhatikan Kesehatan Tim Penanganan Karhutla

Anggota DPRD Gumas Perhatikan Kesehatan Tim Penanganan Karhutla

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari, memberi perhatian untuk tim penanganan karhutla

Meningkatkan Fenomena ODGJ di Palangka Raya, sehingga Memerlukan Perhatian Serius

Meningkatkan Fenomena ODGJ di Palangka Raya, sehingga Memerlukan Perhatian Serius

Fenomena sering munculnya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) khususnya di Kota Palangka Raya patut menjadi perhatian serius. Dipicu stress

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer