Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Diprediksi Turun di Kotim, Bisakah Redam Ancaman Karhutla?

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Suasana hujan di salah satu sudut Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Suasana hujan di salah satu sudut Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

Advertisement

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Setelah beberapa hari terakhir dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan berpeluang diguyur hujan dalam tiga hari ke depan. Namun, apakah hujan tersebut mampu meredam ancaman karhutla?

Berdasarkan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Kotim menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Tengah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 28 hingga 30 Juni 2026.

Hujan tersebut berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang. 

Advertisement

BMKG menjelaskan, potensi hujan dipicu oleh adanya daerah belokan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut didukung kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. 

Meski demikian, hujan yang diperkirakan turun belum tentu mampu mengakhiri ancaman karhutla. BMKG mengingatkan bahwa hujan yang terjadi berpotensi bersifat lokal dan berdurasi singkat, sehingga belum tentu membasahi seluruh wilayah yang mengalami kekeringan.

Advertisement

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kebakaran lahan terjadi di Kotim, di antaranya di kawasan Gang Amin Klaru, Lingkar Kota Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta Jalan Bumi Raya, Kecamatan Baamang. Di saat bersamaan, titik panas juga mulai bermunculan seiring minimnya curah hujan dan kondisi lahan gambut yang mengering.

Karena itu, hujan yang diprediksi turun lebih tepat dipandang sebagai peluang membantu meningkatkan kelembapan lahan, bukan sebagai jaminan bahwa ancaman karhutla akan langsung berakhir.

Upaya pencegahan, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar, tetap menjadi langkah utama untuk menekan risiko kebakaran.

Selain potensi hujan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem berupa petir, angin kencang, hingga puting beliung. BMKG juga mengingatkan potensi dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. 

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setelah Evaluasi, Puluhan PPPK di Kotim Tak Perpanjang Kontrak, Inilah Penyebabnya

Setelah Evaluasi, Puluhan PPPK di Kotim Tak Perpanjang Kontrak, Inilah Penyebabnya

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makkalepu, mengatakan perpanjangan kontrak

Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit kembali Diserbu Aparat, 20 Orang Terindikasi Konsumsi Sabu

Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit kembali Diserbu Aparat, 20 Orang Terindikasi Konsumsi Sabu

Kawasan eks Golden di Jalan Rahadi Usman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, digerebek tim gabungan Polres dan BNNK Kotim

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini beralih fungsi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer