Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Viral! Poskesdes Kosong Saat Warga Ingin Berobat, Bupati Lamandau Turun Tangan dan Minta Maaf

Ria Mekar Anggreany • Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:40 WIB

 

Video kondisi warga telentang di dalam mobil sakit, saat mau di bawa ke RSUD Pangkalanbun, tidak lama ini. (TANGKAPAN LAYAR)
Video kondisi warga telentang di dalam mobil sakit, saat mau di bawa ke RSUD Pangkalanbun, tidak lama ini. (TANGKAPAN LAYAR)

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, kembali menjadi sorotan publik.

Sebuah unggahan dari akun Facebook bernama “Pedaringan” mendadak viral setelah meluapkan kekecewaan terhadap buruknya pelayanan di Poskesdes Tangga Batu, Kecamatan Belantikan Raya, Kamis (21/5/2026).

Unggahan tersebut ramai diperbincangkan setelah pemilik akun mengaku kecewa lantaran tidak menemukan satu pun tenaga kesehatan berjaga saat membawa anggota keluarganya yang sedang sakit keras untuk berobat.

“Terpaksa dibawa ke Pangkalan Bun. Di Nanga Batu tidak ada bidan, tidak ada perawat. Cuman namanya aja datang, pagi siang sudah tidak ada lagi kayak jelangkung. Bagaimana tanggapan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau, orang sakit to kaya apa pemerintah to,” tulis akun Pedaringan dengan nada emosi.

Akibat kosongnya pelayanan di poskesdes tersebut, keluarga pasien terpaksa menempuh perjalanan jauh menuju RSUD di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, demi mendapatkan penanganan medis darurat.

Video dan unggahan itu langsung memicu reaksi keras dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di wilayah pelosok yang dinilai masih minim.

Sorotan publik itu pun mendapat respons langsung dari Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra. Melalui kolom komentar unggahan viral tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan berjanji segera melakukan evaluasi.

“Mohon maaf atas kesalahan dari kami. Segera kami lakukan perbaikan,” tulis Rizky, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait video tersebut dan langsung melakukan tindak lanjut dengan meminta klarifikasi dari pihak puskesmas dan tenaga kesehatan setempat.

“Dinkes sudah TL (tindak lanjut) dan telepon ke puskesmas dan Pustu, meminta konfirmasi dan kirim foto menggunakan tanggal dan titik lokasi posisi nakes ada di Pustu Tangga Batu pagi kemarin. Video itu baru kemarin pagi juga saya dikirimkan, dan belum tahu kapan kekosongan tenaga kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kasus ini memicu desakan masyarakat agar pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada permintaan maaf, tetapi juga memberikan sanksi tegas kepada petugas yang terbukti lalai menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

Warga juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem piket dan kehadiran tenaga kesehatan di poskesdes maupun puskesmas pembantu di wilayah pedalaman agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (bib/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#Warga Sakit #Pendaringan #lamandau #Bupati Lamandau