SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Manajemen SPBU Samuda, Kecamatan Mentawa Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memberikan klarifikasi terkait viralnya keluhan seorang sopir ambulans yang mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) saat menjalankan tugas menjemput pasien.
Manajer SPBU Samuda, Adi, menegaskan pihaknya sejak lama telah menerapkan pelayanan prioritas bagi kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan layanan kesehatan lainnya.
Baca Juga: Viral Ambulans Disebut Tak Dilayani Isi BBM, Sopir Akhirnya Klarifikasi: 'Saya Terpancing Emosi'
Ia menyebut kendaraan tersebut tidak perlu mengantre dan dapat langsung dilayani karena termasuk dalam kategori urgen.
“Kalau memang ambulans, damkar, dan lain-lain yang urgen, itu sudah kami arahkan petugas untuk memberikan pelayanan prioritas. Mereka sudah terlatih,” ujarnya, Selasa (19/5).
Adi menjelaskan, peristiwa yang sempat viral tersebut diduga terjadi karena kesalahpahaman di lapangan. Saat itu, menurutnya, ambulans datang ketika SPBU belum beroperasi penuh dan sebagian kendaraan sudah berada di lokasi lebih dulu.
“Waktu itu posisi SPBU belum buka. Mereka yang antre duluan sudah berada di depan pintu. Jadi ambulans datangnya belakangan, sebelum jam buka,” jelasnya.
Baca Juga: Viral Ambulans Disebut Tak Dilayani Isi BBM, Sopir Akhirnya Klarifikasi: 'Saya Terpancing Emosi'
Ia menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan kebijakan pelayanan SPBU secara umum, karena selama ini prioritas terhadap kendaraan darurat berjalan baik.
“Dari puskesmas, rumah sakit, damkar, semua selama ini berjalan bagus. Tidak ada masalah,” katanya.
Menurutnya, insiden tersebut merupakan murni miskomunikasi di lapangan, dan pihak SPBU menyayangkan kejadian itu hingga menjadi perhatian publik.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan keluhan sopir ambulans yang mengaku kesulitan mengisi BBM di SPBU Samuda.
Dalam video tersebut, sopir menyebut dirinya hendak mengisi solar untuk menjemput pasien ke Sampit, namun tidak mendapatkan prioritas dan harus ikut antre bersama kendaraan lain yang diduga termasuk pelangsir BBM subsidi.
Manajemen SPBU Samuda menegaskan kembali komitmennya untuk tetap mengutamakan pelayanan bagi kendaraan prioritas sesuai ketentuan yang berlaku. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko