Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sepekan FBIM, Pemprov Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 17 Mei 2026 | 21:22 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran didampingi istri Aisyah Thisia Agustiar Sabran, serta pejabat forum komunikasi pimpinan daerah Pemprov Kalteng, saat pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu (17/5). (dodi/radarsampit)
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran didampingi istri Aisyah Thisia Agustiar Sabran, serta pejabat forum komunikasi pimpinan daerah Pemprov Kalteng, saat pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu (17/5). (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), Kalteng Expo, dan Karnaval Budaya Tahun 2026 telah dimulai Minggu (17/5). Event budaya terbesar di Kalimantan Tengah itu diawali dengan parade budaya di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, dengan menghadirkan berbagai kendaraan hias, pentas seni budaya dari 14 kabupaten/kota. Ribuan warga memadati pusat Ibu Kota Kalteng itu.

Agenda tahunan ini digelar selama tujuh hari penuh, mulai 17 hingga 23 Mei 2026. Diisi dengan berbagai kegiatan, seperti atraksi budaya, permainan rakyat, ajang adu bakat seni dan budaya, festival kuliner khas Dayak yang tersebar di sejumlah titik strategis. Mulai kawasan Bundaran Besar, GOR Indoor Serbaguna, Stadion Tuah Pahoe, bawah Jembatan Kahayan hingga halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan, FBIM bukan sekadar festival seremonial. Event tahunan itu menjadi panggung besar menjaga marwah budaya Dayak sekaligus mesin penggerak ekonomi daerah.

“Momentum hari ini adalah kebersamaan kita, bahu-membahu, dengan slogan Penyang Hinje Simpei (bahasa Dayak Ngaju yang berarti "Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama") untuk mengangkat dan melestarikan adat budaya kita. Sekalipun bumi runtuh, adat budaya ini harus kita lestarikan,” ujarnya di hadapan ribuan masyarakat saat mengawali event tersebut.

Agustiar juga menegaskan, FBIM 2026 mengusung misi besar. Tak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memperkuat promosi pariwisata Kalteng, hingga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Karnaval budaya yang menjadi ikon utama festival tampil habis-habisan. Beragam kontingen dari kabupaten dan kota se-Kalteng memamerkan kostum adat spektakuler, tarian tradisional, musik etnik, hingga atraksi budaya khas pedalaman Dayak.

Baca Juga: Kuntau Bangkui Wakili Kotim di Festival Budaya Isen Mulang 2026

Atmosfer Kota Palangka Raya pun berubah total menjadi arena pentas budaya. Suara dentuman musik tradisional, warna-warni pakaian adat, hingga sorakan warga membuat pembukaan FBIM tahun ini berlangsung luar biasa meriah.

Agustiar juga menyatakan, Kalteng memiliki posisi strategis sebagai masa depan Indonesia. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat terus menjaga persatuan dalam keberagaman dengan menjunjung semangat Huma Betang.

“Kalimantan Tengah adalah masa depan Indonesia. Untuk itu mari memperkuat rasa persaudaraan dalam keberagaman dalam bingkai NKRI,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Pemprov Kalteng juga menggeber sektor ekonomi melalui pelaksanaan Kalteng Expo 2026. Event tersebut menjadi ajang promosi besar-besaran produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang investasi.

“Kalteng Expo menjadi sarana promosi berbagai potensi dan produk unggulan daerah agar dikenal luas dan menarik minat investor,” tambah Agustiar.

Sementara itu, Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menambahkan, Kalteng Expo 2026 diikuti 127 peserta terdiri dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan hingga pelaku UMKM. Total ada 203 stan dan tenda yang disiapkan panitia.

Pemprov Kalteng juga menghadirkan Pasar Rakyat untuk memberi ruang usaha bagi pedagang kecil. Bahkan, selama pelaksanaan FBIM, pemerintah memberikan program keringanan pajak kendaraan bermotor bagi kendaraan berpelat KH mulai 17 Mei hingga 22 Juli 2026.

“Keringanan pajak berupa pembebasan denda PKB 100 persen dan potongan pokok PKB bagi wajib pajak yang membayar lebih awal,” pungkas Linae.

Sementara itu, salah satu warga, lasiyah mengungkapkan kekagumannya. Ia menilai, karnaval budaya tahun ini digelar luar biasa dan ini merupakan hiburan bagi masyarakat.Tidak hanya untuk mengenal budaya asli Dayak, tetapi juga menampilkan berbagai potensi luar biasa yang disediakan oleh alam di Bumi tambun Bungai.”Luar biasa dan Kalteng memang kaya sumber daya alam, hingga budaya,” tandasnya. (daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#gubernur Kalteng Agustiar Sabran #Festival Budaya Isen Mulang #PALANGKA RAYA #pajak kendaraan bermotor #seni budaya