Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Rambo, Sapi Kurban Presiden Prabowo dengan Bobot Hampir 1 Ton untuk Warga Kotim

M. Akbar • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32 WIB
Rambo, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang akan disalurkan ke Masjid Islamic Center Sampit saat Iduladha 1447 Hijriah.  (Akbar/Radar Sampit)
Rambo, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang akan disalurkan ke Masjid Islamic Center Sampit saat Iduladha 1447 Hijriah. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan sapi kurban jenis limosin berbobot hampir satu ton untuk masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Sapi jumbo bernama Rambo tersebut dibeli dari peternakan milik Syarif di Sampit dan rencananya akan disalurkan ke Masjid Islamic Center Sampit.

Syarif mengatakan dirinya kembali dipercaya menyediakan sapi kurban presiden untuk tahun kedua berturut-turut.

“Alhamdulillah, ini tahun kedua saya mendapatkan amanah menyediakan sapi Presiden Republik Indonesia untuk Hari Raya Iduladha. Rencananya sapi tersebut akan disalurkan ke Masjid Islamic Center Sampit,” ujarnya, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir dirinya diminta menyiapkan dua ekor sapi kurban presiden, masing-masing untuk Kabupaten Kotim dan Kabupaten Seruyan.

Menurutnya, untuk sapi kurban yang akan disalurkan di Kotim telah memenuhi persyaratan dan disepakati. Sementara sapi untuk Desa Pembuang Hulu, Kabupaten Seruyan, masih dalam proses karena bobot sapi dari peternakan di wilayah setempat belum memenuhi standar.

“Menurut informasi, sapi untuk Desa Pembuang Hulu masih belum memenuhi berat ideal. Syarat sapi presiden itu bobotnya harus di atas 900 kilogram, sehingga kami diminta menyiapkan sapi pengganti dan saat ini masih berproses,” tambahnya.

Syarif mengungkapkan, pemilihan sapi kurban presiden dilakukan oleh Dinas Provinsi Kalimantan Tengah. Peternakannya dipilih karena memelihara sapi impor berukuran besar dengan kualitas unggul, terutama jenis limosin asal Australia.

Ia mengaku lebih memilih memelihara sapi impor dibanding sapi lokal karena pertumbuhan bobotnya lebih cepat dan harga jualnya relatif stabil. Saat ini, harga sapi dengan ukuran dan bobot serupa di pasaran diperkirakan mencapai Rp85 juta hingga Rp90 juta per ekor.

“Kalau sapi impor kualitas badannya bagus, bobotnya besar, dan harga jualnya juga stabil. Selain itu jarang terkena penyakit karena perawatan kesehatannya rutin,” jelasnya.

Untuk perawatan, Syarif memberikan pakan khusus berupa campuran ampas tahu dan bungkil sawit guna meningkatkan kualitas dan berat badan sapi.

“Makanan pokok itu untuk membentuk kualitas badan sapi, makanya bobotnya besar-besar semua, termasuk Rambo,” ucapnya.

Ia menuturkan, Rambo awalnya memiliki bobot sekitar 600 kilogram saat dibeli pada usia tiga tahun. Setelah hampir setahun dirawat dengan pola pakan khusus, bobot sapi tersebut kini mendekati satu ton.

“Waktu saya ambil Rambo umurnya tiga tahun dengan bobot sekitar 600 kilogram. Sekarang umurnya sudah empat tahun dan bobotnya hampir satu ton,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Sapi Rambo #presiden #sapi kurban #Prabowo Subianto