Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tim Gabungan Turun ke SPBU,  Mobil Mencurigakan Diderek Petugas

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 8 Mei 2026 | 06:55 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kota Palangka Raya  turun ke sejumlah SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, Kamis (7/5). (dodi/radar sampit)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kota Palangka Raya  turun ke sejumlah SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, Kamis (7/5). (dodi/radar sampit)

 

 PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kota Palangka Raya dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kamis (7/5). Sidak dilakukan menyusul antrean panjang BBM yang terjadi di hampir seluruh SPBU di Kota Palangka Raya sejak pagi hingga malam hari.

Dalam sidak tersebut, petugas gabungan memeriksa barcode, kuota distribusi, serta pola penyaluran BBM di lapangan untuk memastikan tidak ada penyimpangan distribusi yang memicu kelangkaan. Petugas juga mengamankan satu unit mobil yang diduga digunakan untuk melangsir BBM. Kendaraan tersebut kemudian diderek menggunakan mobil patroli setelah ditemukan mencurigakan saat pemeriksaan.

Kepala Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah Baru I Sangkai mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi penyalahgunaan BBM subsidi.

“Sidak dilakukan karena kami ingin memastikan distribusi BBM berjalan lancar, stok tersedia, dan pelayanan kepada masyarakat tetap sesuai aturan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya meredam kepanikan masyarakat di tengah beredarnya informasi yang simpang siur terkait ketersediaan BBM. Berdasarkan informasi dari PT Pertamina Patra Niaga, stok BBM di Palangka Raya disebut masih aman dan mencukupi.

“Yang menjadi pertanyaan sekarang, kenapa masyarakat sampai antre panjang seperti ini. Pemerintah berharap pengawasan gabungan ini dapat menormalkan kembali distribusi BBM,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Sigit Karyawan Yunianto menyoroti fenomena antrean panjang tersebut dan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pembelian BBM secara berlebihan menjadi salah satu penyebab utama penumpukan di SPBU.

“Saya sudah berkeliling ke berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah, mulai dari Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Barito Selatan. Dari pantauan di lapangan, pasokan BBM sebenarnya aman dan tersedia cukup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasokan BBM di Kalimantan Tengah didukung sejumlah depo penyimpanan di Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau, dengan sistem distribusi antardepo yang berjalan untuk memenuhi kebutuhan wilayah.

Sigit juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Selain itu, ia meminta pemerintah daerah berhati-hati dalam mengambil kebijakan agar tidak memicu keresahan publik.

“Intinya, kekhawatiran masyarakat saat ini belum berdasar karena ketersediaan pasokan terjamin,” katanya. (daq/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Pembatasan BBM #Inspeksi #PALANGKA RAYA #spbu