SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kondisi Jembatan Patah Kapten Mulyono yang belakangan menjadi perhatian warga dipastikan belum sepenuhnya aman. Perbaikan yang dilakukan pemerintah saat ini hanya bersifat sementara, sehingga daya tahannya diperkirakan tidak akan lama.
Pengawas lapangan dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotawaringin Timur, Alfiansyah, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan bukan perbaikan total. Tim hanya mengganti kayu ulin yang patah serta baut yang hilang.
“Perbaikan ini bukan total, hanya penggantian bagian yang rusak. Kayu ulin yang patah diganti, begitu juga baut yang hilang,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia mengakui, dengan kondisi material yang sudah lama digunakan, hasil pemeliharaan ini tidak akan bertahan lama. Terlebih jika jembatan terus dilintasi kendaraan dengan beban berlebih.
“Kalau melihat kondisi sekarang, maksimal hanya bertahan dua sampai tiga bulan. Apalagi kalau banyak baut longgar dan masih dilewati kendaraan berat,” jelasnya.
Alfiansyah menegaskan, batas maksimal tonase jembatan tersebut sebenarnya hanya 10 ton. Namun di lapangan, masih banyak kendaraan bertonase besar seperti truk tronton hingga kontainer yang nekat melintas.
“Kalau muatan ringan seperti pasir atau sembako mungkin masih aman. Tapi kalau di atas 20 ton, seperti kontainer besar, itu sangat berisiko,” tegasnya.
Menurutnya, salah satu penyebab kendaraan berat tetap melintas adalah akses jalan alternatif seperti lingkar selatan yang tidak selalu terpantau. Penutupan jalur sebenarnya pernah dilakukan, namun kerap dilanggar oleh pengendara.
“Kalau ada penjagaan dari dinas terkait mungkin bisa lebih efektif. Karena sebenarnya kendaraan berat tidak boleh lewat situ,” katanya.
Di sisi lain, rencana perbaikan total jembatan memang sudah ada. Namun, hingga kini masih terkendala aturan teknis, terutama terkait penggunaan material kayu ulin yang tidak lagi diperbolehkan untuk pembangunan jembatan.
“Kita masih terkendala kebijakan. Sementara ini masih diwacanakan, tapi belum ada kepastian,” ungkapnya.
Kondisi di lapangan juga diperparah dengan hilangnya sejumlah plat besi pada jembatan. Diduga, material tersebut dicuri. Sementara itu, stok pengganti saat ini juga tidak tersedia.
“Plat besi ada yang hilang. Kalau tidak dicuri, tidak mungkin hilang. Stok kami juga sedang tidak ada,” tandasnya.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk tidak melintasi jembatan tersebut demi menghindari risiko yang lebih besar. (oes)
Editor : Slamet Harmoko