Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Operator Wisata Susur Sungai Menuju TNTP Kesulitan BBM

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯

 


Advertisement

Kelotok wisata menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (AHMAD YANI/RADAR SAMPIT)
Kelotok wisata menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (AHMAD YANI/RADAR SAMPIT)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pelaku usaha wisata susur sungai menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kelotok wisata. Kondisi tersebut terjadi karena pembelian BBM menggunakan galon kini tidak lagi diperbolehkan di SPBU.

Advertisement

Akibat kebijakan tersebut, operasional kelotok wisata yang melayani wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi tersendat, padahal kunjungan wisatawan ke TNTP sedang meningkat.

Sekretaris Himpunan Klotok Wisata Kumai, Ahmad Yani, mengatakan selama ini pelaku usaha memenuhi kebutuhan BBM dengan membeli di SPBU menggunakan galon. Namun, aturan yang semakin ketat membuat cara tersebut tidak lagi diperbolehkan.

“Dahulu masih dibolehkan. Seiring aturan di SPBU semakin ketat, sekarang sudah tidak boleh lagi membeli dengan galon, sementara kebutuhan bahan bakar untuk kelotok wisata tidak sedikit,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Advertisement

Menurut Ahmad Yani, untuk tetap beroperasi, pelaku usaha wisata terpaksa membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi. Untuk 20 liter BBM, mereka harus mengeluarkan biaya sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

Dalam satu perjalanan wisata selama tiga hingga empat hari, satu kelotok dapat menghabiskan sekitar 60 hingga 80 liter BBM. Sementara itu, harga BBM resmi di SPBU sekitar Rp24.500 per liter, tetapi pelaku usaha tidak dapat membeli dalam jumlah cukup karena larangan penggunaan galon.

Kondisi tersebut dinilai memberatkan pelaku usaha wisata sungai yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan ke Tanjung Puting.

Ahmad Yani berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar aktivitas wisata di Kumai tidak terganggu. Ia khawatir persoalan itu dapat berdampak pada pelayanan wisatawan dan menekan pelaku usaha kecil di sektor wisata sungai.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BKSDA Kembali Selamatkan Dua Orangutan Kawasan Wanawiyata Widya Karya

BKSDA Kembali Selamatkan Dua Orangutan Kawasan Wanawiyata Widya Karya

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar

Beruang Tabrak Mobil di Bundaran Pangkalan Lima

Beruang Tabrak Mobil di Bundaran Pangkalan Lima

Seekor beruang bertubuh besar menabrak sebuah mobil yang melintas di Bundaran Pangkalan Lima, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Arsel

Ruko Terbakar, Satu Motor Hangus  

Ruko Terbakar, Satu Motor Hangus  

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat saat penanganan kebakaran di Jalan Pasanah, Kelurahan Sidorejo

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer