Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jembatan Patah Kian Mematikan, Perbaikan Masih Terjebak Tambal Sulam

Rado. • Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB
PERBAIKAN: Para pekerja sedang melakukan perbaikan jembatan patah secara tambal sulam. (Warga/Radar Sampit)
PERBAIKAN: Para pekerja sedang melakukan perbaikan jembatan patah secara tambal sulam. (Warga/Radar Sampit)

 
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Jembatan Patah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kembali menjadi lokasi kecelakaan fatal yang merenggut korban jiwa, memperpanjang daftar insiden di titik rawan tersebut.    

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini belum dapat melakukan perbaikan menyeluruh. Bupati Kotim, Halikinnor, menyebut keterbatasan anggaran sebagai kendala utama sehingga penanganan masih bersifat pemeliharaan.

Menurut Halikinnor, pemerintah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan jembatan tersebut. Namun rencana itu tidak dapat direalisasikan setelah terjadi pencoretan anggaran oleh pemerintah pusat yang berdampak pada sektor infrastruktur.

“Itu kan sudah kita anggarkan, cuma kemarin dicoret pusat, imbas kebijakan jalan mantap. Infrastruktur seperti jembatan dan jalan ikut terdampak,” ujarnya (27/4/2026)

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut telah disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi kepada sejumlah pejabat pusat.

Halikinnor meminta agar kebijakan pemangkasan anggaran tidak mengabaikan kebutuhan riil daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

“Kita yang lebih tahu kebutuhan di daerah. Jangan sampai anggaran yang sudah disusun justru dipangkas di sektor infrastruktur,” tegasnya.

Halikinnor juga menyoroti perbedaan kebutuhan pembangunan antara Pulau Jawa dan Kalimantan. Menurutnya, kondisi infrastruktur di Kalimantan, termasuk di Kotim, masih memerlukan perhatian besar dan pembiayaan yang tidak kecil.

“Jawa dengan Kalimantan beda kebutuhannya. Di sana mungkin sudah bagus, sementara kita di dalam kota saja masih banyak yang perlu dibangun, dan itu butuh biaya besar,” katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkab Kotim hanya dapat melakukan pemeliharaan agar Jembatan Patah tetap fungsional, meski solusi ini belum menyentuh akar persoalan kerusakan yang terus berulang.

“Ya, sementara kita pelihara dulu. Nanti kalau anggarannya sudah memungkinkan, kita akan bangun baru,” pungkasnya.(ang)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #anggaran #jembatan patah