PANGKALAN BUN – Seorang bocah atas nama Ahmad Jaki (7), tenggelam di bantaran Sungai Arut, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Minggu (26/4), sekitar pukul 09.30 WIB.
Anak usia sekolah dasar itu merupakan warga RT 15, Gang M Saat, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja.
Dari informasi warga sekitar, awalnya ia telihat bermain di tepi sungai bersama kakaknya dan dua orang teman lainnya. Ada kemungkinan bocah ini tercebur saat bermain. Namun kabarnya, Ahmad Jaki tak bisa berenang.
Diketahui bahwa di tepi sungai tersebut saat air sungai surut, ada bagian gosong (dangkal) yang sering dijadikan arena berenang oleh anak-anak.
Salah seorang warga sekitar, Ramzi mengatakan, korban sebelumnya bermain bersama kakak dan temannya.
Kakak korban yang mengetahui adiknya terjatuh dan tidak muncul lagi ke permukaan sungai, hanya bisa menangis, dan segera memberitahukan kepada warga. Mengetahui hal itu belasan warga bantaran sungai, termasuk dari kelurahan Raja Seberang langsung melakukan pencarian.
Baca Juga: Tri Widiatmoko Ditemukan Tewas Tenggelam, Operasi Pencarian di Sungai Katingan Dihentikan
Hingga akhirnya, salah seorang warga Raja Seberang bernama Asmuni yang ikut mencari dengan menyelam di sungai, menemukan tubuh anak itu berada di dasar sungai, sekitar 20 meter dari titik korban terjatuh.
Korban sempat dilakukan pertolongan darurat, dengan memberikan nafas buatan dan pacu jantung manual (RJP), namun mengingat di dalam air sudah di atas satu jam, nyawa bocah itu pun tidak bisa diselamatkan dan kemudian dibawa kerumahnya.
"Lebih kurang satu jam pencarian, kemudian ditemukan oleh warga yang sedang mencari, dan sempat diberikan pertolongan dengan nafas buatan dan pacu jantung manual atau RJP, tetapi tidak tertolong," ujarnya.
Pencarian korban tenggelam juga melibatkan personel BPBD dan Balakar Huma Singgah Itah Mendawai yang datang dengan perahu pemadam kebakaran ke lokasi musibah.
"Ada dua personel BPBD dan Balakar Huma Singgah Itah yang tadi ikut dalam pencarian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," pungkas Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andan Santana. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama