NANGA BULIK,radarsampitjawapos.com- Sebatang bunga berukuran raksasa didapati mekar dengan sempurna di kebun milik Abu Bakar, yang juga menjabat sebagai Ketua RT 03 di Desa Sungai Mentawa, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
Diketahui, tumbuhan itu merupakan Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus Titanum). Karakteristiknya dikenal mengeluarkan bau busuk, untuk menarik serangga penyerbuk.
Fenomena alam ini menarik perhatian warga, karena jenis tanaman ini sangat jarang ditemukan tumbuh di wilayah Lamandau.
Menurut pemilik lahan, kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Mekarnya bunga ini seolah menjadi tamu rutin yang kembali menyapa warga setelah sebelumnya sempat menampakkan keindahannya pertama kali beberapa tahun yang lalu. Tepatnya pada akhir tahun 2024.
Pada kemunculan kedua kali ini di tahun 2026, bunga ini menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih signifikan dibandingkan sebelumnya. Jika pada periode pertama tingginya hanya mencapai kisaran 60 sentimeter, kali ini ukurannya lebih tinggi, bahkan lebih dari dua kali lipatnya.
Andi Tosa, salah satu warga setempat yang mengamati perkembangan bunga tersebut, memberikan konfirmasinya mengenai garis waktu mekarnya tanaman langka ini. Menurutnya, kemunculan bunga ini merupakan siklus yang unik dan terpantau dengan jelas oleh warga sekitar sejak awal tunasnya mulai membesar di permukaan tanah.
"Sebelumnya pada tahun 2024 pernah muncul pada bulan Desember, terus tahun 2026 ini muncul lagi bulan April ini di tempat yang sama," ujarnya, Jumat (10/4).
Baca Juga: Bunga Bangkai Tumbuh di MHU, Warga Masih Bingung Bedakan Jenisnya
Fenomena ini pun mempertegas bahwa lokasi di kebun Pak RT memiliki kondisi tanah yang cocok bagi habitat tanaman tersebut. Lebih lanjut Andi menjelaskan, per hari Jumat (10/4), bunga tersebut sudah memasuki umur empat hari sejak kelopaknya mulai terbuka. Yang paling mengesankan adalah dimensinya yang luar biasa besar.
"Bunga itu baru berumur 4 hari per hari ini (red: kemarin) dengan ketinggian melebihi badan saya, yakni sekitar 1,85 meter," tambah Andi, dengan nada kagum.
Warga sekitar pun tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Banyak warga yang datang membawa kamera maupun ponsel pintar untuk mengabadikan momen tersebut melalui foto dan video.
Maklum saja, bunga dengan ukuran setinggi orang dewasa bukanlah pemandangan yang bisa dijumpai setiap hari di pemukiman mereka.
Pertumbuhan bunga ini memang tergolong sangat cepat. Menurut penuturan warga, pada awal kemunculannya beberapa hari lalu, tinggi batang hanya terpantau sedang. Namun, saat memasuki hari ke-4, lonjakan ketinggian terjadi secara drastis hingga mencapai tinggi maksimal di angka 1,85 meter, yang membuatnya terlihat sangat dominan di tengah rimbunnya kebun.
Selaku pemilik lahan dan tokoh masyarakat, Abu Bakar atau yang akrab disapa Pak RT, menyambut baik antusiasme warga yang ingin melihat langsung keajaiban flora tersebut.
"Saya membolehkan siapa saja yang ingin berkunjung dan mengambil gambar sebagai dokumentasi pribadi atau edukasi mengenai kekayaan hayati daerah ini," ujarnya.
Meski demikian, Abu Bakar memberikan imbauan keras kepada setiap pengunjung agar menjaga etika dan kelestarian bunga tersebut. Ia meminta warga untuk tidak menyentuh bagian bunga dan menjaga jarak aman, agar struktur tanaman yang sensitif itu tidak rusak. (mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama