SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk pengangkut minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) terjadi di Jalan Tjilik Riwut KM 63, Desa Bukit Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (27/3/2026).
Insiden ini menyebabkan arus lalu lintas di jalur lintas provinsi lumpuh total selama beberapa waktu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, satu unit truk tangki berwarna kuning terlihat terguling ke dalam parit di sisi jalan.
Sementara satu truk lainnya berhenti dalam posisi melintang di badan jalan, menutup hampir seluruh akses bagi kendaraan roda empat maupun kendaraan berat.
Menurut keterangan saksi, kecelakaan terjadi saat kedua truk melintas di ruas tersebut. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih belum diketahui.
Namun, posisi kendaraan yang menutup jalan membuat antrean panjang kendaraan dari kedua arah tidak terhindarkan.
Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali. Sementara pengendara sepeda motor terlihat berupaya mencari celah di sisi jalan agar tetap bisa melanjutkan perjalanan.
Salah seorang warga di lokasi, Kasmo Edot, menyebut kondisi jalan yang sempit turut memperparah dampak kecelakaan.
“Jalannya memang tidak terlalu lebar, jadi begitu ada truk besar yang melintang, langsung macet total. Kendaraan tidak bisa lewat sama sekali,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, sejumlah warga bersama petugas tampak melakukan pemantauan sekaligus membantu proses evakuasi. Upaya difokuskan pada pemindahan truk yang terguling agar tidak lagi menghambat badan jalan.
Meski cuaca cerah dan kondisi jalan terlihat kering, kecelakaan diduga dipicu faktor teknis kendaraan atau kondisi jalan yang bergelombang.
Ruas ini memang dikenal sebagai jalur padat angkutan hasil perkebunan sawit, sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Kasmo menambahkan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.
“Sering kejadian di sini, apalagi kalau truk muatan berat. Kalau tidak hati-hati atau kondisi kendaraan bermasalah, bisa mudah terguling,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan arus lalu lintas belum sepenuhnya kembali normal. (ang)
Editor : Slamet Harmoko