Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Pupuk Melonjak, Petani Terpaksa Kurangi Jatah untuk Tanaman

Rado. • Selasa, 24 Maret 2026 | 15:55 WIB

PANEN: Sumardianto, petani jagung di Jalan Teratai V, Sampit panen jagung di kebun miliknya, Senin (29/12/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
PANEN: Sumardianto, petani jagung di Jalan Teratai V, Sampit panen jagung di kebun miliknya, Senin (29/12/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga pupuk non-subsidi kini dirasakan langsung oleh petani di lapangan.

Lonjakan harga dalam beberapa bulan terakhir memaksa petani mengubah pola budidaya, bahkan mengurangi dosis pemupukan demi menekan biaya produksi.

Harga pupuk urea yang sebelumnya berada di kisaran Rp400 ribuan per sak kini melonjak hingga Rp500 ribu. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama saat petani memasuki musim tanam.

Salah seorang petani, Enong, mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membeli pupuk meski harganya tinggi. Menurutnya, pupuk menjadi kebutuhan utama untuk menjaga hasil panen.

“Dulu masih bisa beli di harga Rp400 ribu lebih, sekarang sudah Rp500 ribu. Mau tidak mau tetap beli, karena kalau tidak pakai pupuk hasil panen bisa turun,” ujarnya.

Namun, keterbatasan biaya membuatnya terpaksa mengurangi dosis pemupukan hingga setengahnya. Jika sebelumnya ia menggunakan sekitar 150 kilogram pupuk per hektare, kini hanya mampu 75 kilogram.

“Terpaksa dikurangi setengahnya karena tidak mampu beli banyak. Tapi kami khawatir hasil panen ikut turun,” katanya.

Kondisi ini semakin diperparah dengan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi di lapangan. Keterbatasan kuota serta distribusi yang belum merata membuat petani bergantung pada pupuk non-subsidi yang harganya jauh lebih mahal.

Situasi tersebut berpotensi berdampak pada produktivitas pertanian. Jika penggunaan pupuk terus ditekan, hasil panen dikhawatirkan menurun, yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan harga komoditas pangan di tingkat konsumen. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
#melonjak #harga pupuk naik #pupuk mahal #harga #sampit #pupuk #kotim #kalteng