PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng memperketat pengawasan terhadap potensi peredaran gelap narkotika, menjelang momentum hari besar keagamaan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Slamet Ady Purnomo menegaskan, pihaknya telah mengambil berbagai langkah strategis untuk menekan peredaran narkotika di Kalteng.
“Upaya dilakukan melalui peningkatan pengawasan, razia intensif, hingga penyelidikan terhadap jalur distribusi yang diduga menjadi lintasan jaringan narkoba,”ujarnya.
Menurut Slamet, momen Ramadan hingga menjelang Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh jaringan pengedar untuk meningkatkan aktivitas peredaran narkotika. Oleh karena itu, aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan agar peredaran barang haram tersebut dapat dicegah sejak dini.
Tidak hanya melakukan razia, Direktorat Reserse Narkoba juga melakukan pemetaan terhadap jaringan peredaran serta jalur distribusi narkotika . Pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan, pengungkapan kasus sebelumnya, serta informasi dari masyarakat.
Slamet mengungkapkan, terdapat beberapa wilayah yang menjadi fokus pengawasan karena dinilai memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap peredaran narkotika. Wilayah tersebut di antaranya Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kapuas.
Menurutnya, daerah-daerah tersebut menjadi perhatian karena memiliki akses jalur distribusi yang cukup terbuka, baik melalui jalur darat maupun perairan. Kondisi geografis tersebut kerap dimanfaatkan oleh jaringan narkoba untuk menyelundupkan barang terlarang ke berbagai wilayah.
“Beberapa wilayah yang kami kategorikan rawan antara lain Kotawaringin Timur, Seruyan dan Kapuas, terutama yang berkaitan dengan jalur distribusi melalui laut maupun sungai,” papar Slamet.
Ia menambahkan, selain jalur darat, peredaran narkotika di Kalteng juga kerap memanfaatkan jalur perairan. Hal ini tidak terlepas dari kondisi wilayah yang memiliki banyak sungai serta akses laut yang cukup luas.
Jalur perairan seperti sungai dan laut sering kali dimanfaatkan oleh jaringan pengedar karena dinilai lebih sulit terdeteksi dibandingkan jalur darat. Oleh sebab itu, aparat kepolisian juga memperkuat pengawasan di wilayah perairan yang diduga menjadi pintu masuk peredaran narkotika.
Slamet menegaskan, untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan lainnya serta masyarakat di wilayah pesisir dan bantaran sungai. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan yang berpotensi terkait dengan peredaran narkoba.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam membantu aparat kepolisian dengan memberikan informasi, apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
“Dengan pengawasan yang diperketat serta dukungan masyarakat, kita berharap peredaran narkotika menjelang Hari Raya Idul Fitri dapat ditekan sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama